Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Peradangan pada selaput mata membuat mata mudah lelah, iritasi dan memerah. Hal ini umum dialami oleh orang dewasa. Namun, apa jadinya kalau hal ini terjadi pada bayi?
Mata merah karena iritasi atau peradangan tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja, tapi juga bisa terjadi pada anak-anak, bahkan bayi. Kondisi peradangan ini sering disebut dengan konjungtivis atau mata merah.
Konjungtiva atau selaput mata yang mengalami peradangan ini, akan menipis dan membuat pembuluh darah di bola mata menjadi lebih terlihat jelas. Inilah yang membuat mata menjadi tampak lebih merah dan terkadang menimbulkan rasa perih dan gatal.
Disebabkan oleh infeksi atau alergi bakteri dan virus, membuat konjungtivis pada bayi diikuti gejala demam dan bisa menyebar ke bayi yang lain. Untuk mengatasi mata merah pada bayi, bisa melakukan pertolongan pertama dengan cara-cara berikut ini.
© Sumber: Shutterstock
1. Air Susu Ibu (ASI)
Cara mengatasi mata merah pada bayi yang pertama ialah dengan memperbanyak konsumsi Air Susu Ibu (ASI). Terutama untuk bayi berusia di bawah 2 tahun, dan masih membutuhkan ASI Ekslusif. Tidak hanya sebagai kebutuhan saja, ASI mengandung kolostrum tinggi nutrisi dan mampu meredakan berbagai masalah kesehatan bayi yang disebabkan oleh bakteri atau virus.
2. Madu Asli

Walau dikenal kaya akan manfaat untuk manusia, konsumsi madu pada bayi tidak boleh sembarangan, terutama untuk bayi yang berusia di bawah satu tahun. Cara mengatasi mata merah pada bayi dengan madu asli juga demikian. Apabila bayi sudah berusia lebih dari satu tahun, madu bisa dimanfaatkan untuk mengatasi mata merah dengan dikonsumsi atau mencampur beberapa tetes madu dan air, lalu basuhkan ke wajah anak.
© Sumber: Shutterstock
3. Seledri

Memanfaatkan seledri untuk mengatasi mata merah pada bayi harus diolah menjadi jus terlebih dahulu, baru diberikan pada bayi berusia di atas 6 bulan. Untuk menambah rasa, Bunda bisa menambahkan wortel di dalam jus seledri.
© Sumber: Shutterstock
4. Koloid Silver
Cara mengatasi mata merah pada bayi selanjutnya ialah dengan menggunakan koloid silver, cairan yang kerap digunakan untuk meredakan peradangan. Obat ini bisa diperoleh di apotek terdekat dengan resep dokter.
Ketika bayi mengalami gejala konjungtivis atau merah, segera periksakan pada dokter dan minta resep untuk koloid silver. Setelah itu, teteskan cairan ke mata bayi secara rutin, 2-4 kali sehari. Tidak hanya untuk mengatasi peradangan saja, obat ini juga baik untuk mencegah penyebaran infeksi.
© Sumber: Pixabay
5. Air Garam

Pemanfaat air garam juga menggunakan kapas yang direndam. Pertama, campurkan sedikit garam pada air hangat dan aduk. Setelah itu, rendam kapas ke dalam air dan tempelkan kapas ke mata bayi saat air sudah mulai mendingin.
Cara yang satu ini termasuk cara yang paling mudah untuk dilakukan. Tidak hanya mampu meredakan warna kemerahan pada mata saja, tapi juga mampu untuk membersihkan bakteri atau virus penyebab peredangan secara merata.
© Sumber: Shutterstock
6. Kompres Air Dingin atau Air Panas
Apabila cara-cara di atas sulit untuk dilakukan, Bunda bisa langsung mengompres mata bayi dengan air hangat atau air dingin tanpa diberi campuran bahan apapun. Gunakan handuk halus dan bersih, lalu celupkan pada air, peras, dan usapkan pada mata bayi.
7. Perbanyak Konsumsi Vitamin A, C dan Zinc
Untuk bayi yang mengalami merah dan masih bergantung pada ASI, cara terbaik untuk meredakan mata merahnya dengan ASI. Dengan syarat Bunda harus banyak mengonsumsi makanan bernutrisi dan mengandung banyak vitamin A, C dan Zinc.
Sedangkan untuk bayi yang sudah bisa mengonsumsi makanan mereka sendiri, sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayuran seperti bayam dan wortel untuk meredakan konjungtivis atau mata merah yang dideritanya. (mut)
Sumber: Bold Sky
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya