Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masker Wajah Pencegah Virus Corona (Foto: Shutterstock)
Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan telah menerima kit untuk pemeriksaan cepat virus corona. Kit tersebut akan segera dikirimkan ke daerah.
" Pada hari ini kita sudah menerima 2.000 kit pemeriksaan cepat, hari ini juga sudah kita accept, tinggal dikirim," kata Yurianto di Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.
Yuri berharap kit tersebut dapat segera diterima Dinas Kesehatan Provinsi sehingga bisa digunakan secepatnya untuk menguji pasien yang merupakan end user.
" Kemudian ada sekitar 100 ribu (kit) akan masuk besoknya lagi," kata dia.
Selain itu, pemerintah juga telah menerima 10 ribu lebih Alat Perlindungan Diri (APD) yang dipersiapkan untuk tim medis. Sementara jumlah masker lebih dari 150 ribu dan juga sarung tangan yang tak disebutkan angkanya.
Terkait data kasus, ada penambahan pasien positif terjangkit sejak 19 Maret 2020 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2020 pukul 12.00 WIB sebanyak 60 kasus. Sehingga total kasus terinfeksi di Indonesia mencapai 369 kasus,
" Ada penambahan satu kasus sembuh sehingga total menjadi 17 kasus. Ada penambahan meninggal 7 kasus sehingga yang meninggal jadi 32 kasus," terang dia.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan wabah Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan terjadinya penambahan data pasien yang positif virus corona. Data kasus corona di Indonesia dari 19 Maret 2020 pukul 12.00 WIB sampai hari ini, Jumat, 20 Maret 2020 pukul 12.00 WIB mencatat ada penambahan 60 kasus baru.
" Sehingga jumlah total kasus positif 369," kata Yuri, Jumat, 20 Maret 2020.
Yuri mengatakan, prosedur untuk pasien baru yaitu akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien menjalani tes. Sebab, informasi ini merupakan hak untuk pasien.
" Sehingga dokter penanggung jawab pasien, bisa langsung memberi tahu ke pasien mengenai pasiennya," kata dia.
Data ini, ujar Yuri, juga dikirim ke Dinas Kesehatan setempat. Gunanya, untuk melihat identitas, alamat, dan informasi dari pasien ini.
" Sehingga dapat digunakan untuk mencari kontak tracing, untuk mengetahuti siapa saja yang pernah kontak dekat dengan pasien," kata dia.
Selain penambahan pasien, Yuri menyebut satu pasien dilaporkan telah sembuh dari paparan virus Covid-19. Dengan demikian total pasien yang telah sembuh dari virus corona di Indonesia berjumlah 17 orang.
Sementara untuk kasus yang meninggal, saat ini tim gugus tugas mencatat ada tujuh kasus baru. Dengan penambahan ini, total korban meninggal dunia berjumlah 32 orang.
" Ini data-data yang kita dapatkan dari keseluruhan data yang kita dapatkan di hari ini," kata Yuri.

Meski demikian, data ini agak berbeda dengan data di daerah. Sebab, data yang disajikan Yuri tak mencantumkan penambahan data kematian di Provinsi Banten.
Melalui laman resminya, pasien positif corona yang meninggal di Provinsi Banten telah mencapai tiga orang.

Data pemprov Banten
Dream - Juru bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan jumlah pasien positif corona di Indonesia hari ini, Kamis, 19 Maret 2020 kembali bertambah. Sebagian besar kasus baru Covid-19 banyak berasal dari DKI Jakarta.
Data kasus positif Corona Covid-19 itu dihimpun dari pengumpulan informasi sejak 18 Maret 2020 pukul 12.00 WIB hingga 19 Maret 2020 pukul 12.00 WIB.
" Ini yang kami laporkan, untuk total kasus, 309, yang sudah sembuh ada 15 orang, dan yang meninggal 25 orang," kata Yuri, melalui tayangan BNPB Indonesia, Kamis, 19 Maret 2020.
Yuri mengatakan, penambahan kasus positif covid-19 terjadi di beberapa wilayah, diantaranya, Banten dengan penambahan 10 kasus baru, DI Yogyakarta dengan penambahan 2 kasus, DKI Jakarta dengan 52 kasus.
Kemudian, Jawa Barat dengan penambahan dua kasus baru, Jawa Tengah dengan penambahan 4 kasus, Jawa Timur dengan 1 kasus baru.
Sementara itu, terdapat 2 di Kepuluauan Riau, 1 orang di Riau, dan 1 orang di Sumatera Utara.
Temuan kasus baru juga terdapat di Kalimantan Timur dengan 1 kasus, Sulawesi Tenggara dengan 3 kasus baru, dan Sulawesi Selatan dengan 2 kasus baru.
" Dari jumlah itu keseluruhan maka ada kasus yang dua kali diperiksa negatif, ada penderita yang di- follow up, sudah dua kali negatif dan dinyatakan sembuh," ucap dia.
Yuri berharap penambahan ini dapat terus dicegah dengan menerapkan upaya social distancing, atau menjaga jarak antar orang yang kemungkinan tertular.
Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari kegiatan dengan jumlah massa banyak dalam suatu ruangan yang berkapasitas terbatas.
" Untuk mencegah penularan ini, upaya bersih hidup sehat memakai sabun di air mengalir efektif mencegah Covid-19. Kita harus budayakan," kata dia.
Dream - Juru Bicara Pemerintah terkait penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengunggah data terbaru mengenai wabah virus corona. Dari data hingga 17 Maret 2020 pukul 00.00 WIB sampai 18 Maret 2020 jam 12.00 WIB, tercatat adanya penambahan 55 kasus baru pasien positif corona.
" Sampai hari ini pukul 12.00 WIB, ada 227 kasus positif Covid-19," kata Yuri, dalam tayangan BNPB Indonesia, Rabu, 18 Maret 2020.
Sebanyak 55 pasien positif virus corona yang baru tersebar di sembilan provinsi. Di Provinsi Banten terdapat 4 kasus positif baru, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 1 kasus positif, DKI Jakarta 30 kasus positif, Jawa Barat dengan 12 kasus positif, Jawa Tengah dengan 2 kasus positif.
Sementara di luar Pulai Jawa, kasus baru positif virus corona dilaporkan muncul di Sumatera Utara dengan 1 kasus positif, Lampung 1 kasus positif, Kepulauan Riau 1 kasus positif, dan Kalimantan Timur 1 kasus positif.
Selain data tersebut, berdasarkan epidemologi dan kemandirian, ada dua warga kasus positif yang melapor.
Selain data pasien positif corona yang bertambah, Yuri juga menyebut 11 orang pasien yang sembuh dan dipulangkan. Pasien yang sembuh berasal dari Banten dengan 1 orang, DKI Jakarta dengan 9 orang, dan Jawa Barat dengan 1 orang.
Kendati demikian, Yuri memperoleh data terbaru mengenai pasien positif corona yang meninggal dunia. Data terbaru ini mengoreksi data kematian yang sebelumnya hanya berjumlah 5 orang.
" Terdapat masalah pada data meninggal. Setelah cek tadi pagi di seluruh rumah sakit di Indonesia, beberapa rumah sakit belum melaporkan kasus kematian sejak 12 Maret hingga 17 Maret," kata dia.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kematian hingga 18 Maret 2020 pukul 12.00 WIB yaitu berjumlah 19 orang.
Pasien yang meninggal tersebar di DKI Jakarta, 12 orang; Banten, 1 orang; Jawa Barat, 1 orang, Jawa Tengah 2 orang; Jawa Timur, 1 orang; Bali, 1 orang; dan Sumatera Utara, 1 orang.
Dream - Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut, tugas tiga bulan ke depan. Tugasnya diantaranya, yaitu melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai Covid-19. Sebagai peneliti, Wiku ingin menerjemahkan ilmunya untuk dipahami masyarakat.
" Dengan masyarakat berilmu maka mereka sendirilah yang akhirnya bisa menghadapi," ujar Wiku, dalam konferensi pers di Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu, 18 Maret 2020.
Tim pakar tidak bisa menghadapi seluruh kasus di Indonesia. Dia menyebut, dengan ilmu yang diterjemahkan, masyarakat bisa mengenali lawannya, Covid-19.
" Kalau kita kenali lawan dan cara kerjanya harapannya pasti kita bisa melakukannya," kata dia.
Wiku mengatakan, perang menghadapi virus corona merupakan perang bersama. Edukasi masyarakat, kata dia, bisa untuk menurunkan kasus secara drastis.
" Harapannya kasusnya bisa menurun cukup drastis karena penularannya terkendali. Jadi itu untuk yang sakit, pemerintah berusaha keras untuk memastikan penanganannya di fasilitas kesehatan dengan cara diagnostik yang tepat itu bisa segera responsif dan akhirnya menurunkan jumlahnya," ucap dia.
Dream - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla menerima fatwa yang dibuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai wabah virus corona. Jusuf Kalla mengatakan pihaknya akan menyebarluaskan Fatwa MUI tersebut ke seluruh masjid di Indonesia.
Salah satu imbauan yang diberikan, Jusuf Kalla yaitu meminta jemaah sholat di masjid melonggarkan saf.
" DMI meminta kepada para jamaah masjid untuk melonggarkan saf saat salat atau memberi jarak antar saf guna menghindari penularan virus Covid-19," ucap Jusuf Kalla, dilaporkan Liputan6.com, Selasa, 17 Maret 2020.
Seperti yang diketahui, MUI mengeluarkan fatwa pada 21 Rajab 1434 Hijriah atau 16 Maret 2020.
Isi fatwa MUI tersebut yakni mengatur tentang ibadah sholat Jumat dan mengenai ketentuan yang harus dilakukan terhadap jenazah pasien yang positif terjangkit Virus Corona.
Selain itu, MUI juga menegaskan fatwa haram atas tindakan yang menimbulkan kepanikan, memborong, dan menimbun kebutuhan pokok berserta masker.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya