Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock
Dream - Bayi yang baru lahir biasanya memiliki kulit lebih sensitif, kering dan mudah mengelupas. Kulit si kecil rentan mengalami iritasi dan ruam karena suhu maupun bahan-bahan tertentu. Hal ini karena kulit bayi lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa.
Dokter Spesialis Anak, dr. Citra pada talkshow Mamy Poko ‘Kebaikan Produk Organik untuk si Kecil dan Alam’, Selasa 23 Agustus 2022 menjelaskan kulit bayi sebetulnya 30 persen lebih tipis dibandingkan orang dewasa.
Orang tua bisa mengetahui kondisi kulit ini dari bagian berwarna putih-putih untuk melindungi kulit yang biasanya terlihat ketika bayi baru lahir.
“ Sebaiknya tidak dihilangkan kurang dari 6 jam,” pesan dokter Citra.

Dengan kondisi kulinya yang lebih tipis dan sensitif, orang tua harus berhat-hati jika bayi terkena bahan kimia tertentu atau goresan kecil di tubuhnya. Kedua kondisi itu bisa memicu iritasi pada kulit bayi.
Hal yang tak menjadi perhatian adalah gesekan pada bagian tubuh yang menggunakan popok karena bisa bisa memicu munculnya ruam. Biasanya ruam mulai terjadi ketika bayi berusia hitungan minggu hingga 18 bulan, terutama di usia 6-9 bulan.

“ Bayi kalau keringatan popoknya harus langsung diganti, kalau didiamkan bisa ruam atau biang keringat yang memicu dermatitis popok,” tambah dr. Citra.
Jika sampai terjadi iritasi, maka lemak dan lapisan di kulit anak akan mengurai dan memudahkan masuknya bakteri lain dari urin atau BAB yang memicu infeksi.
Kurangnya kesadaran orang tua di Indonesia terhadap pemilihan popok yang tepat bagi si kecil menjadi salah satu faktor utama. Untuk menghindari ruam popok pada si kecil, sebaiknya orangtua lebih memperhatikan beberapa hal dalam pemilihan popok.
Pilih popok bayi sekali pakai yang memiliki daya serap tinggi. Tidak hanya kuantitas popok dalam menampung cairan, tapi juga seberapa cepat popok dapat menyerap cairan agar menjaga permukaan popok tetap kering.

“ Popok itu sebaiknya pilih yang gak gampang bocor. Jadi sebaiknya lapisan pertama bisa menahan urin dan BAB agar kotoran tidak banyak mengenai bagian kulit bayi,” tambah dr. Citra.
Bayi baru lahir di usia satu bulan akan mengalami pertumbuhan yang lumayan cepat. Ukuran popok bukan didasarkan pada usia melainkan berat si kecil.
Jadi sesuaikan ukuran, pastikan tidak terlalu sempit ataupun longgar.
“ Untuk size pastikan juga pas dan disesuaikan karena kebesaran bisa bocor dan kalau kekecilan di pinggang bayi bisa gak enak atau iritasi,” tambah dr. Citra.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya