JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Kahiyang-Bobby (Foto: Instagram/@allseasonsphoto)
Dream - Hari ini, Selasa 21 November 2017, putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan sang suami Bobby Nasution tengah berada di Medan untuk menjalani rangkaian acara adat unduh mantu.
Salah satu proses yang dijalani adalah penyerahan marga Siregar dari keluarga Bobby kepada Kahiyang Ayu. Marga tersebut diambil dari ibunda Bobby, Ade Hanifah Siregar, yang berasal dari Suku Mandailing.
Nah, bicara soal Suku Mandailing, suku asal menantu Jokowi, ternyata ada banyak fakta unik yang menarik untuk dikulik. Apa saja itu? Yuk simak ulasannya!
1. Termasuk Rumpun Budaya Batak
Suku Mandailing secara umum termasuk dalam rumpun budaya Batak. Dahulunya di Sumatera Utara hanya ada suku Batak saja yang berdiam. Tapi kemudian, sebelum abad ke-18, masuklah kaum Paderi dari Minangkabau ke Sumut, tepatnya ke daerah Natal dan Padang Lawas.
Nah, sejak itu budaya Minang dan agama Islam yang dibawa oleh kaum tersebut berbaur dengan budaya Batak setempat. Lantas kemudian menghasilkan subetnis baru, salah satunya Mandailing.
2. Pentingnya Sebuah Marga
Marga sangat penting bagi orang Batak. Termasuk bagi orang Batak Mandailing tentunya. Saking pentingnya, setiap kali berkenalan dengan orang Baru sesama Batak biasanya mereka akan menanyakan marga.
Bagi orang Batak haram hukumnya untuk menikah dengan satu marga atau silsilah. Karena itu di Batak ada tradisi Martarombo, yakni semacam obrolan yang tujuannya untuk menelusuri asal muasal marga.
3. Tuhor
Dalam hubungannya dengan pernikahan, orang Batak mengenal istilah Tuhor. Yakni semacam uang yang digunakan untuk mas kawin. Uang Tuhor nantinya akan digunakan pihak laki-laki untuk mempersunting perempuan, membeli kebaya calon mempelai perempuan, biaya pernikahan dan kebutuhan lainnya sesuai kesepakatan keluarga.
Nilai Tuhor ini bergantung pada tingkat pendidikan si perempuan. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin tinggi pula niai Tuhor yang harus diberikan pihak laki-laki.
4. Tak Akan Menikah Sebelum Mapan
Nah, kalau yang ini berlaku untuk Suku Batak secara keseluruhan. Ya, orang Batak dikenal dengan prinsip hidupnya yang kuat. Salah satu yang mereka pegang teguh adalah prinsip soal kemapanan hidup. Sebelum menikah, orang Batak diharuskan untuk hidup mapan dulu. Baik laki-laki ataupun perempuan.
(Berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
