Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Energi anak-anak begitu besar. Mereka seakan tak punya rasa lelah, terutama jika bermain dan bertemu dengan teman sebayanya. Ada juga anak-anak tertentu yang memang super aktif.
Mereka benar-benar tak bisa duduk dengan tenang dan selalu bergerak dan mencari aktivitas yang menguras fisiknya. Untuk menghadapi anak yang sangat aktif orangtua memang harus mengerahkan perhatian lebih ekstra.
Bisa jadi ia memang hiperaktif atau memang kecenderungannya bersikap demikian. Demi membantu anak yang aktif lebih fokus dan tenang, beberapa trik berikut bisa dilakukan di rumah.
Buat dia sibuk
Temukan sebanyak mungkin aktivitas dan permainan untuk menyalurkan tenaganya. Anda bisa memasukkan si kecil dalam kursus yang berkaitan dengan fisik seperti olahraga, menari, atau menabuh drum. Membuat si kecil sibuk juga bisa dengan memberikannya alat musik mainan, biarkan dia menumpuk kotak kayu, atau ajaklah keluar untuk bersepeda.
Buat jadwal rutin
Atur jadwal si kecil dengan rutinitas yang stabil dan teratur. Konsistensi penting bagi semua anak, terlebih lagi bagi anak yang hiperaktif. Buat jadwal visual untuk mengatur jadwal harian si kecil dan pastikan ia mengikutinya semaksimal mungkin.
Ruangan santai
Sediakan ruangan sendiri sebagai tempat di mana si kecil bisa bersantai. Taruh karpet bertekstur lembut dan bantal-bantal empuk. Pilih cat yang berwarna pastel dan menimbulkan ketenangan. Termasuk membakar aromaterapi yang bisa membangkitkan relaksasi.
Ajarkan anak fokus
Rutinitas salat, yoga, dan meditasi ini akan mengajarkan si kecil bagaimana untuk fokus dan menenangkan diri. Setelah beraktivitas bebas sepanjang hari, berilah jeda dengan mengajaknya salat atau sekadar berdoa untuk menenangkan diri.
Sumber: Ana Fauziyah/ Liputan6.com
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari