JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
MotoGP (Shutterstock.com)
Dream - Gelaran balap motor MotoGP bakal disambut meriah. Diprediksi terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok, yang berdampak pada meningkatnya keterisian penginapan.
Buat kamu yang sudah punya rencana untuk nonton MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret nanti, segera saja booking kamar. Ada 4.730 kamar hotel dan penginapan disediakan Dinas Pariwisata Kota Mataram untuk akomodasi selama gelaran MotoGP.
" Untuk menyambut penonton dan wisatawan MotoGP, sekitar 4.730 kamar hotel sudah kita sediakan di Mataram," ujar Kepala Dispar Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi.
Jumlah tersebut, kata Denny, hanya kamar dan bukan tempat tidur. Artinya, daya tampung akomodasi bisa melebihi jumlah kamar.
Ini karena satu kamar tidak semuanya berisi satu tempat tidur. Sebagian kamar dilengkapi dua tempat tidur sehingga bisa menampung lebih banyak tamu.
" Untuk hotel bintang rata-rata sudah penuh dipesan penonton MotoGP. Sedangkan hotel melati masih ada yang belum penuh, tetapi sudah banyak calon tamu yang tanya-tanya," kata Denny.
© Sirkuit Mandalika
Karena itu, pihaknya membantu mempromosikan hotel kelas melati. Tim Hospitality of Indonesia Network juga akan turun tangan memasarkan hotel melati.
" Terkait dengan tarif hotel memang ada kenaikan dari harga reguler tetapi angka kenaikannya masih saya minta data dari pelaku usaha," kata dia.
Meski demikian, Denny berharap para pelaku usaha perhotelan dan penginapan tidak mematok harga terlalu tinggi. Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, segera mengeluarkan regulasi yang menetapkan batas atas tarif sewa hotel di kabupaten dan kota.
" Dengan demikian, para pelaku usaha hotel tidak sembarangan atau semaunya menaikkan tarif hotel," ucap Denny.
Tak hanya itu, Dispar Kota Mataram juga akan mendata sejumlah rumah warga yang bisa menjadi akomodasi alternatif bagi penonton MotoGP. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan kamar sekitar 70 ribu penonton.
" Sampai saat ini, kami baru dapat sekitar 142 kamar atau rumah warga yang memenuhi standar kriteria HIN dan mau disewakan untuk menjadi penginapan alternatif tamu MotoGP," terang Denny, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun