6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Shutterstock.com
Dream – Sifat pemalu kerap ditunjukkan anak dalam beberapa situasi. Sebagian besar anak cenderung memiliki rasa malu yang cukup tinggi.
Terlebih jika mereka dihadapkan pada situasi baru atau asing baginya. Sebenarnya, kondisi ini wajar terjadi pada anak-anak.
Pada umumnya, anak pemalu cenderung lebih bijaksana, mandiri serta mudah berempati. Namun, berbeda cerita bila sifat pemalu tersebut justru mendominasi seluruh sifat si kecil.
Sifat pemalu yang berlebih bisa membuat anak mengalami banyak kesulitan. Untuk itu peran orangtua sangat besar untuk melatih anak agar tak jadi pemalu.
Apa saja yang bisa dilakukan?
© pixabay.com
Pada umumnya, anak pemalu merasa sungkan untuk bercerita kepada orang lain bahkan pada orangtuanya sendiri. Tak hanya itu, si kecil juga malu untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan orang lain.
Salah satu cara menumbuhkan sifat berani yaitu dengan mendorong si kecil untuk lebih banyak bercerita. Memang, pada awalnya akan sangat sulit namun bisa dimulai dengan menanyakan aktivitasnya di sekolah.
Jika si kecil sudah mulai memberikan respon yang positif, Bunda bisa melanjutkannya dengan menanyakan apa saja yang menyebalkan dan menyenangkan di sekolah. Kuncinya yaitu ketelatenan orangtua untuk bertanya tapi tidak seperti menginterogasi.
© shutterstock.com
Ketika si kecil mulai menunjukkan sifat pemalunya di hadapan orang, jangan pernah sekalipun memarahinya. Jangan memaksanya untuk melakukan hal yang menakutkan bagi si kecil.
Jika tetap memaksanya, nantinya mereka jadi pribadi yang tertutup pada keluarga. Cobalah mengerti sudut pandang anak, dengan begitu orangtua bisa menjelaskan secara sederhana kalau hal tersebut tidak perlu ditakuti.
© pixabay.com
Ini merupakan cara menumbuhkan sifat berani yang paling utama. Dengan menumbuhkan rasa percaya diri, sifat pemalu yang ada pada anak bisa berkurang. Bantulah mereka untuk melakukan interaksi dengan orang tak dikenalnya terlebih dahulu.
Misalnya seperti, menyuruhnya untuk memesan makanan pada pelayan ataupun dengan meminta tolong untuk membelikan sesuatu hal di toko deket rumah. Hal-hal sederhana seperti itu ternyata mampu menumbuhkan sifat berani pada anak.
© pixabay.com
Orangtua juga bisa membantu anak bergaul dengan teman-temannya di fase awal. Misalnya, Bunda dan Ayah bisa mulai pembicaraan dengan teman-temannya sambil memancing anak untuk berinteraksi dengan mereka.
Jika dirasa si anak mulai terbiasa, menjauhlah secara perlahan. Cukup perhatikan saja dari jauh.
© pixabay.com
Ketika anak berhasil menumbuhkan sifat beraninya, berilah mereka sebuah pujian yang tulus. Dengan memberikan pujian, si kecil bisa merasakan bahwa tingkah lakunya tersebut sudah baik.
Pujian juga membuat anak termotivasi jadi lebih berani. Jangan pernah mengatakan di hadapan anak kalau mereka adalah “ anak pemalu”. Pelabelan ini hanya akan merusak kepercayaan dirinya dan ia bakal semakin takut. (mut)
(Sumber: Alodokter)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya