6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Casale Panayiotis, Siprus (Foto: Casalepanayiotis.com)
Dream - Pernahkah kamu berkelana dan menemukan sebuah kota terbengkalai? Arsitekturnya yang menawan sangat disayangkan telah rusak dan dibiarkan selama betahun-tahun lamanya. Tapi apa jadinya, kalau 'kota hantu' yang tak berpenghuni itu kini disulap menjadi destinasi wisata?
Seorang konsultan hotel asal Italia, Giancarlo Dall'Ara pertama kali mencetuskan konsep Alberfo Diffuso, yang artinya 'hotel tak beraturan'. Ia melihat banyak kota terbengkalai yang sebenarnya menyimpan potensi destinasi wisata.
Dilansir dari Travel and Leisure, berikut ini merupakan kota terbengkalai yang disulap oleh Giancarlo menjadi tempat wisata mewah.
1. Sextantio, Italia
Sextantio merupakan kota terbengkalai yang terdapat di puncak bukit Santo Stefano, Taman Nasional Italia Selatan. Awalnya, daerah ini hampir mati lantaran lokasinya yang terlalu tinggi dan dingin. Namun setelah diperbaiki, tempat ini sekarang kembali berpenghuni. Kandang hewan ternak dan gubuk kumuh disulap menjadi 31 kamar hotel mewah yang disertai dengan restoran, bar dan workshop kerajinan tangan. Tempat ini bahkan memiliki ruang meeting dan aula pernikahan dari hasil renovasi lorong bawah tanah.
2. Casale Panayiotis, Siprus
Gelombang urbanisasi yang terjadi sekitar tahun 1950-1960 menyebabkan desa kuno Kalopanayiotis yang terletak di pegunungan Siprus ini menjadi sepi tak berpenghuni. Setelah melalui berbagai proses renovasi, tempat ini berubah menjadi desa baru dengan berbagai cottage, restoran, kafe, bar, tempat spa hingga akses mudah untuk menuju situs warisan dunia UNESCO, Biara St. John Lampadistis abad ke-11.
3. Castello di Postignano, Italia
Berdiri sejak abad pertengahan ke-9, Castello di Postignano merupakan kota terbengkalai di daerah perbukitan Umbira, Italia Tengah. Kota ini mulai sepi penduduk sejak abad ke-20 akibat banyaknya migrasi ke luar kota. Ditambah lagi dengan gempa bumi yang mengguncang pada tahun 1997. Namun setelah mulai direnovasi pada tahun 2007, tempat ini kini dipenuhi dengan apartemen, restoran, bar, kolam renang dan aneka spa. Arsitekturnya pun masih bergaya klasik dengan banyak lorong kastil.
4. Citta dei Nicliani, Yunani
Tempat ini awalnya merupakan distrik hiburan yang terletak di Desa Koita, Semenanjung Mani di sebelah Barat Daya Yunani. Namun tempat ini terbengkalai sejak masa Perang Dunia II dan Perang Saudara yang terjadi sekitar 1946-1949. Dibiarkan mendebu sampai tahun 2004, kemudian tempat ini direnovasi menjadi komplek hunian yang menawarkan rumah mewah, hotel, ruang serbaguna, bar dan restoran yang disuguhi dengan pemandangan pesisir pantai.
5. Corippo, Swiss
Merupakan salah satu desa terkecil di Swiss, Corippo sempat mengalami kekurangan populasi karena banyaknya generasi muda yang pindah ke kota. Berdiri di Lembah Verzasca, Italia, tempat ini direnovasi menjadi destinasi wisata yang menghadirkan arsitektur bebatuan klasik. Beberapa bangunan yang akan mengalami perubahan diantaranya adalah rumah tua, toko roti dan kincir angin yang akan diubah menjadi beberapa fasilitas untuk turis.
(Sumber: travelandleisure.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
