6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Anak Tertawa (Foto: Shutterrstock)
Dream – Kebahagiaan anak-anak adalah hal sangat diidamkan oleh orangtua. Terutama jika anak selalu ceria dan berbagi tawa. Selain membuat anak lebih bahagia, tertawa juga memberikan banyak manfaat kesehatan bagi anak.
Anak-anak sangat responsif terhadap stimulus fisik yang dapat membuatnya tertawa. Misalnya saat ia digelitik yang akan membuatnya dengan mudah tertawa.
Tertawa bukan hanya pertanda anak merasa bahagia. Namun juga dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan imun tubuh. Tertawa juga dapat membuat ikatan anak dan orangtua menjadi lebih dekat.
Nah, berikut adalah beberapa manfaat tertawa untuk tumbuh kembang anak.
© Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Penelitian telah membuktikan bahwa efek endorfin dapat merangsang perasaan senang. Endorfin dapat diciptakan di kelenjar hiposifis otak yang disebabkan oleh tertawa. Endorfin ini secara efektif memperlambat rasa sakit dalam tubuh.
Dr Margaret Stuber, seorang psikiater di University of California, melakukan sebuah penelitian yang melibatkan anak-anak. Di mana mereka diminta untuk merendam tangan dalam air dingin selama mungkin. Ketika dikombinasikan dengan menonton video lucu, anak-anak dapat merendam tangan mereka 40 persen lebih lama.
Temuan ini menunjukkan bahwa tertawa dapat digunakan sebagai obat klinis dalam membantu anak-anak menangani rasa sakit ketika harus berhadapan dengan prosedur kesehatan yang menyakitkan.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Tertawa melibatkan sejumlah sistem dalam tubuh. Seperti, pernapasan, otot, peredaran darah, dan pencernaan. Itulah mengapa tertawa dapat menjadi latihan yang baik untuk membantu pernapasan dan meregangkan otot-otot.
Ketika tawa mereda, pernapasan pun mulai melambat dan menjadi lebih teratur. Disertai dengan detak jantung, denyut nadi, dan tekanan darah yang kembali ke mode istirahat.
Sebuah penelitian menemukan bahwa tertawa dapat meningkatkan suasana hati. Dan memberikan penawar untuk menangkal stres. Tertawa dapat menjadi mediasi antara konsekuensi negatif dari stres dan kesejahteraan psikologis.
Tertawa juga memiliki peran yang mempengaruhi kemampuan anak untuk menghadapi penyakit. Serta memberikan keuntungan pada hubungan sosial dan kesehatan fisik. Pada dasarnya, disfungsi sistem yang menyebabkan stres dapat dimediasi oleh tawa.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Tertawa dapat meningkatkan kadar sel pembunuh alami. Yaitu sejenis sel darah putih yang menyebabkan kanker dan penyakit kronis lainnya. Dengan meningkatkanya sel pembunuh alami ini, dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Psikoneuroimunologi telah membuktikan bahwa perasaan negatif dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. sedangkan perasaan positif dapat membantu sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Dan untuk memperbanyak energi positif dalam tubuh, dapat dilakukan dengan tertawa.
Tertawa memaksa udara keluar dari paru-paru. Sehingga menyebabkan seseorang menarik napas dalam-dalam ketika tertawa. Ketika bernafas dalam, aliran oksigen meningkat tepat di sekitar tubuh. Dan hasilnya adalah perasaan yang lebih berenergi.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Tertawa yang baik dapat membantu mengurani perasaan cemas. Dan membuat tidur lebih nyenyak. Dimana mendapatkan kualitas tidur yang baik, akan membuat proses penyembuhan lebih cepat.
Anak-anak yang lebih sering tertawa cenderung lebih sehat. Karena tertawa melepaskan zat kimia serotonim kedalam otak anak. Inilah yang menciptakan hormon anak menjadi lebih baik. Serotonim inilah yang menyebabkan anak memiliki energi positif dan membuatnya menjadi lebih sehat.
© Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Tertawa dapat meningkatkan aliran darah dan bantu jaga kesehatan organ tubuh. Seperti kantong empedu, limpa, pankreas, dan ginjal. Dimana semua organ tersebut sangat penting bagi fungsi kerja tubuh anak.
Selain itu, dengan keceriaan yang ditunjukkan anak-anak, akan memberikan kebahagiaan pada orang-orang sekitarnya. Terutama kedua orangtua si kecil. Energi positif yang diberikan oleh anak-anak, akan semakin membantu menjaga kesehatan anak. Dan membantu anak untuk mengatasi rasa trauma. (mut)
(Sumber: bellamysorganic.com.au)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
