6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: SehatQ)
Dream – Selain menahan makan dan minum, saat puasa kita juga diharuskan untuk menahan nafsu seksual. Beberapa orang akan kesulitan menahan nafsu seksual daripada menahan lapar dan haus.
Supaya puasamu tidak batal, maka kamu perlu menahan nafsu seksualmu dengan beberapa cara di bawah ini.
Dilansir dari SehatQ, beberapa cara menahan nafsu seksual yang kami rangkum di bawah ini tidak begitu sulit untuk dilakukan.
Kamu hanya perlu mengetahui metodenya. Satu yang paling penting adalah niat dan keinginan untuk menahan nafsu seksual.
Berikut 7 cara menahan nafsu seksual saat puasa supaya tidak batal:
Saat puasa, jauhkan sebisa mungkin perhatian kamu dari hal-hal yang berkaitan dengan seksual.
Bagi sebagian orang dan bagi yang sudah memiliki pasangan, tentu hal ini akan sulit. Tapi kamu bisa mencari aktivitas lain untuk mengalihkan perhatian.
Alihkan pikiran kamu, kamu bisa membuat aktivitas lain yang sederhana. Membersihkan rumah, berkebun, menanam bunga, mengerjakan teka-teki silang, atau aktivitas lain yang bisa mengalihkan perhatianmu dari topik seksual.

Sumber: Pixabay.com
Cara menahan nafsu saat puasa selanjutnya adalah dengan menggunakan energi kamu untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Misalnya dengan olahraga, yang mana kamu akan menggunakan energi sedikit lebih banyak.
Kamu juga bisa memilih kegiatan lain seperti bermain musik, yoga, atau membuat kerajinan tangan untuk memungsikan energi selain seksual.
Selain itu, kamu juga bisa menyaluran energimu untuk memasak menu buka puasa. Bukankah ini lebih bermanfaat daripada kamu mengeluhkan keadaan kan, Sahabat Dream?
Saat menjalankan ibadah puasa, hindarilah kegiatan atau aktivitas yang dapat memicu timbulnya nafsu seksual.
Maka dari itu, kamu jangan menonton tayangan-tayangan yang ada adegan seksualnya. Juga jangan membaca buku yang berisi hal-hal serupa.
Selain menghindari tayangan dan bacaan, kamu juga perlu menghindari objek latar, atau sosok tertentu yang memicu bangkitnya nafsu seksual.

Sumber: Pixabay.com
Hal yang menyebabkan kesulitan mengontrol nafsu adalah mungkin disebabkan oleh hubungan dengan pasangan yang kurang harmonis. Karena hal ini dapat mengakibatkan hasrat seksual anda tidak tersalurkan dengan baik.
Kamu perlu mendiskusikan hal tersebut secara baik-baik dengan pasanganmu. Baik mengenai perasaan maupun konflik lainnya. Lantas lakukan aktivitas yang bisa mempererat kembali hubungan kamu dengan pasanganmu.
Cara menahan nafsu seksual selanjutnya adalah dengan mengonsumsi obat pengontrol. Hal ini bisa kamu lakukan saat kamu benar-benar kesulitan menahan nafsu seksualmu. Kamu dapat mengkonsultasikan dengan dokter.
Untuk membantumu, dokter akan memberikan resep obat untuk kamu konsumsi secara rutin.

Sumber: Pixabay.com
Terdapat makanan yang dapat menumbuhkan gairah seksual yang disebut makanan aphrodisiac. Selain itu juga ada makanan yang diyakini dapat menurnkan gairah seksual seseorang yang disebut anaphrodisiac.
Beberapa jenis makanan anaphrodisiac yang dapat menurunkan gairah seks adalah kedelai, akar manis, chasteberry, tanaman hop, dan selada liar. Akan tetapi jangan mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan saat puasa.
Ketidaksanggupan kamu dalam mengontrol nafsu seksual mungkin disebabkanoleh kondisi tertentu. Kemungkinan tidak hanya saat puasa saja, jika dalam keseharian memang kesulitan mengontrol nafsu seksual, berarti memang ada kesalahan atau gangguan.
Kamu perlu melakukan terapi kepada ahlnya untuk mengetahui akar masalah tersebut. Karena dengan terapi, kamu bisa dibantu untuk mengetahui tujuan hidup secara lebih kompleks. Sehingga kamu bisa fokus unttuk mengejar tujuanmu sehingga dapat merasa lebih mudah untuk mengontrol diri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
