Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Akibat pandemi Covid-19, perjalanan udara tidak lagi sama dengan sebelumnya. Banyak perubahan yang terjadi agar maskapai penerbangan dapat terus beradaptasi serta bertahan.
Walaupun nantinya wabah segera mereda dengan adanya vaksin, dampak pandemi masih akan dirasakan di dunia penerbangan hingga beberapa tahun mendatang. Sejumlah pelaku industri pun menggelar sejumlah inovasi untuk memulihkan kondisi.
Potret penerbangan pada 2021 dan tahun-tahun akan sangat berbeda dengan saat ini. Berikut inovasi perjalanan udara di masa yang akan mendatang, dikutip dari CNTraveler.
1. Inovasi baru penerbangan jarak jauh
Mulai dari adanya anjing pelacak di bandara dan pelacakan kontak penumpang, pihak maskapai terus mengantisipasi adanya kemungkinan yang merugikan untuk penerbangan jarak jauh.
Pemanfaatan digitalisasi juga dilakukan berupa aplikasi layanan informasi Covid-19 untuk para pelancong, seperti aplikasi yang akan menyediakan status vaksinasi sehingga hasil tes lebih mudah dibaca oleh petugas perbatasan.
Nantinya industri perjalanan udara akan terus semakin inovatif dalam memulai kembali penerbangan jarak jauh.
2. Perjalanan bisnis akan dimodifikasi ulang
Salah satu bagian terpenting dari pemulihan maskapai adalah mendapatkan kembali pelancong bisnis. Tetapi mereka akan tidak puas dengan kabin premium lama dengan kapasitas yang sama.
Mereka juga akan mempertimbangkan seperti besar kursi yang lebih luas dan privat, kelas tarif dengan fasilitas tambahan, serta kebijakan program loyalitas.
3. Vaksin memberikan harapan
Dengan adanya vaksin, para pelancong merasa lebih optimis untuk melakukan perjalanan udara. Bahkan situs pencarian penerbangan Skyscanner melaporkan, pemesanan AS untuk penerbangan pulang pergi ekonomi melonjak 9 persen setelah adanya berita vaksin positif pertama.
4. Pesawat baru akan mengubah pengalaman penerbangan
Ketika pemulihan pasca-pandemi mulai terbentuk, para ahli mengatakan maskapai penerbangan yang menghindari pesawat bertingkat yang lebih besar, seperti Boeing 747 dan Airbus A380, akan meningkat.
Maskapai akan cenderung memilih jet yang lebih gesit dan efisien, bahkan berinvestasi dalam beberapa desain futuristik seperti pesawat blended wings. Pesawat yang lebih kecil tidak berarti kurang nyaman, selagi memiliki kursi yang lebar, jendela yang lebih besar hingga tempat sampah yang luas.
5. Tujuan terbaru maskapai penerbangan
Penerbangan repatriasi (penerbangan yang diperbolehkan beroperasi di wilayah PSBB dan Zona Merah) yang terkoordinasi, secara khusus ditujukan bagi mereka yang terdampar di luar negeri di tengah krisis Covid-19 yang sedang berlangsung. Hal tersebut menjadi inspirasi untuk menjadikannya rute internasional baru.
Kini, maskapai penerbangan di seluruh dunia membentuk peluncuran rute baru di sekitar demografis ini: seperti New Delhi, Accra, Brisbane, Bangalore, dan Lagos hanyalah beberapa dari maskapai tujuan yang telah ditambahkan ke peta mereka sejauh ini.
6. Pemesanan akan tetap fleksibel
Selama pandemi, penumpang telah diberikan fleksibilitas untuk melakukan pembatalan atau perubahan tiket penerbangan. Tetapi maskapai enggan untuk menyerahkannya.
Untungnya, maskapai penerbangan AS telah menyadari fakta tersebut dan segera melakukan kebijakan perubahan dan pembatalan tiket. Terbang siaga di hari yang sama dan mengembalikan mil frequent flier ke akun loyalitas akan menjadi keuntungan gratis.
Tetapi pihak maskapai masih belum memutuskan kebijakan pemilihan kursi dan biaya bagasi.
7. Perawatan medis akan tersedia di bandara
Pengujian test Covid-19 di bandara menjadi semakin banyak, para ahli percaya bahwa tren klinik medis di bandara akan bertahan lebih lama dari virus.
Laporan: Yuni Puspita Dewi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya