Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock.com
Dream – Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa menerapkan kebijakan imigrasi bebas visa. Sehingga kamu bebas bepergian ke negara-negara manapun tanpa pusing mengurus visa.
Eits, jangan senang dulu. Sebab, pengunjung dari luar Uni Eropa diharuskan memegang visa khusus untuk bisa masuk ke negara-negara tersebut. Namanya, Visa Schengen.
Visa Schengen merupakan visa kunjungan singkat bagi seseorang yang ingin melakukan perjalanan ke beberapa negara yang masuk zona Schengen. Untuk masa tinggalnya, menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing negara tujuan.
Penggunaan visa ini diberikan waktu hingga 90 hari. Kamu bisa memakai visa ini untuk jalan-jalan atau urusan bisnis ke negara seperti Jerman, Belgia, Polandia, dan sebagainya.
Penggunaan visa ini sudah menjadi hal umum yang berlaku di Uni Eropa. Pada 2018 lalu. tercatat lebih dari 14,2 juta orang menggunakan Visa Schengen untuk berkeliling Eropa.
Visa ini memungkinkan para pemegangnya untuk bisa masuk serta berpergian dengan bebas baik itu di dalam kawasan zona Schengen. Zona Schengen sendiri mencakup setidaknya 26 negara.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 negara bahkan memperbolehkan pengunjung tinggal di sana hanya dengan menunjukkan Visa Schengen. Lantas, bagaimana langkah membuat Visa Schengen ini? Yuk simak informasi lengkapnya berikut ini.
© pixabay.com
Langkah pertama yang harus dijalankan adalah membuat appointment (janji) terlebih dulu sebelum mengajukan pembuatan Visa Schengen. Pendaftaran pengajuan visa bisa dilihat di laman VFS Global.
Kamu bisa langsung memilih tanggal sesuai keinginanmu. Pada saat mendaftar dan memilih tanggal, kamu akan mendapatkan nomor serta waktu antrean melalui email yang terdaftar.
© shutterstock.com
Langkah selanjutnya, kamu diharuskan memilih negara mana untuk membuat Visa Schengen. Tidak perlu khawatir, di kantor VFS Global terdapat beberapa perwakilan negara zona Schengen yang bisa dipilih.
Meskipun begitu, lebih baik kamu memilih negara yang akan lebih lama kamu kunjungi. Kamu juga bisa memilih negara pertama untuk tempat mendaratmu.
© shutterstock.com
Memastikan masa berlaku paspor adalah hal yang harus kamu lakukan sebelum membuat Visa Schengen. Sangat dianjurkan masa berlaku paspormu habis setelah selesai mengunjungi negara-negara Uni Eropa.
Salah satu syarat untuk bisa membuat Visa Schengen yaitu masa berlaku paspor minimal enam bulan setelah kembali dari Eropa. Jika paspor sudah jatuh tempo, tunjukkan salinannya kepada petugas.
Hal tersebut bertujuan agar para petugas tahu jika kamu pernah ke negara lain dan paspormu diterima. Lebih bagus lagi, jika sebelumnya pernah pergi ke negara bebas visa lainnya seperti negara-negara ASEAN atau Jepang dengan visa waiver.
© shutterstock.com
Langkah selanjutnya, menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan. Untuk formulir pendaftaran, kamu bisa mengunduhnya di laman VPS Global atau dari laman kedutaan negara yang ingin dikunjungi.
Selain mengisi formulir pengajuan visa sebanyak 3 lembar, kamu juga harus menyiapkan 2 lembar foto sesuai dengan ketentuan. Tidak hanya itu, dokumen lain yang harus diserahkan adalah Surat Keterangan Kerja dari kantor, fotocopy KTP, fotocopy Kartu Keluarga, serta Akta Kelahiran. Akan lebih baik jika kamu melampirkan daftar rencana perjalanan selama di Eropa.
© pixabay.com
Untuk bisa membuat Visa Schengen, kamu diharuskan sudah memesan tiket pesawat menuju ke salah satu negara di Eropa. Selain itu, kamu juga harus menunjukkan bukti pemesanan kamar hotel yang akan kalian tinggali selama di Eropa.
Tidak perlu khawatir, untuk pemesanan kamar hotel, pilih yang tidak memerlukan uang muka. Ini bertujuan apabila dibatalkan, kamu tidak akan mengalami kerugian.
Untuk tiket pesawat, syaratnya sebenarnya adalah bisa menunjukkan bukti konfirmasi pemesanan tiket. Bisa dari agen perjalanan atau dari maskapai penerbangan.
© pixabay.com
Langkah berikutnya, lampirkan dokumen asuransi. Saat ini sudah banyak sekali perusahaan ansuransi yang menawarkan paket dalam pembuatan Visa Schengen di Indonesia.
Tidak jarang pula, perusahaan ini menawarkan pendaftraan melalui jalur online yang pembayarannya bisa dilakukan dengan kartu kredit. Usahakan mencari ansuransi yang memiliki peraturan akan mengembalikan pembayaran preminya jika pengajuan visa kalian ditolak.
Juga selama kamu berada di Eropa, pastikan untuk selalu membawa polis asuransi tersebut.
© shutterstock.com
Langkat membuat Visa Schengen berikutnya, menyiapkan salinan tabungan. Menurut informasi dari laman Kedutaan Belanda, pemohon visa diharuskan memiliki dana di tabungannya minimal 39 Euro dikalikan dengan masa tinggal di Eropa.
Akan lebih baik jika kamu memiliki dana tabungan yang melebihi batas minimal tersebut. Agar permohonan visa bisa diterima, lampirkan fotocopy kartu kredit atas namamu yang masih berlaku kepada para petugas.
© shutterstock.com
Setelah semuanya sudah, kamu diharuskan membayar biaya pembuatan Visa Schengen sebesar 60 Euro, setara Rp 937 ribu, setiap orangnya. Pastikan kamu membayarnya dengan uang tunai.
Sesuaikan uang tunaimu dengan kurs yang berlaku saat kamu ingin membuat visa ini. Untuk melihat status pengajuan visa melalui email ataupun sms, kamu akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 25.000.
(Sumber: schengenvisainfo)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya