Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Anak-anak terutama balita suka sekali berteriak. Apalagi saat mereka bermain dengan anak seusianya. Rasa girang dan gembira yang begitu tinggi membuatnya jadi sangat ekspresif.
Ada juga yang memang suka sekali berbicara dengan berteriak. Tentu pada kondisi tertentu hal ini dianggap tidak sopan. Anak juga perlu diajarkan sopan-santun dan mengontrol suaranya.
"Penting untuk mengajarkan si kecil untuk menggunakan suara lembut. Ada momen di mana mereka diperbolehkan teriak tapi ada saat-saat tertentu di mana anak harus menurunkan level suaranya," ujar Katherine Lee, seorang psikolog anak.
Orangtua tentunya harus mengajarkan anak untuk menggunakan suara yang lembut tapi jelas dan efektif. Terutama pada anak-anak yang suka sekali berteriak. Bagaimana caranya?
Contohkan terlebih dahulu. Gunakan suara yang jelas dan lembut sat berbicara dengannya. Jika memang jarak terlalu jauh, mendekat dan langsung berbicara dengan anak agar lebih jelas.
"Hal tersebut tentu lebih sopan dan lebih diterima. Jadi, cobalah kurangi berbicara dengan berteriak agar anak tak mengikutinya," ujar Lee.
Jika anak tetap berbicara dengan berteriak, jangan menanggapinya. Bisa didiamkan atau peringati dia untuk menggunakan suara lembut. Setelah anak menurunkan level suaranya, baru simak apa yang dibicarakannya.
"Biasanya ini tak berhasil jika dilakukan sekali, orangtua harus sabar kembali mengingatkan dan mencontohkan," ungkap Lee.
Dengan belajar mengontrol suara, sebenarnya anak juga belajar tata krama dan kesopanan. Beritahu juga pada si kecil area-area di mana tidak diperbolehkan berteriak, seperti di rumah sakit dan rumah ibadah.
Sumber: Verywell
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari