6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Singapore Biennale 2016
Dream - Ada di antara kamu yang berencana melewatkan libur akhir tahun di negara tetangga Singapura? Kalau ya, acara yang satu ini bisa nih masuk dalam 'places to go list' kamu selama traveling di Singapura.
Apa lagi kalau bukan Singapore Biennale 2016 yang merupakan satu dari pameran seni visual kontemporer paling bergengsi di Asia. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 27 Oktober 2016 hingga 26 Februari 2017.

Mengusung tema 'An Atlas of Mirrors', Singapore Biennale tahun kelima ini menampilkan karya dari 63 seniman dan komunitas dari 19 negara Asia Tenggara, Asia Timur serta Asia Selatan.
Dari patung dan pahatan hingga film dan seni pertunjukan, karya seni dari berbagai jenis media dikurasi menjadi sembilan tema dan ditampilkan di tujuh lokasi berbeda, dengan Singapore Art Museum (SAM) sebagai lokasi utama. Pameran internasional yang berlangsung empat bulan ini diselenggarakan oleh SAM dan disponsori oleh National Arts Council of Singapore.

Lebih dari 80 persen karya yang ditampilkan adalah karya baru atau adaptasi dari karya-karya sebelumnya. Dengan menampilkan karya baru yang belum pernah muncul di seri Biennale sebelumnya, konsep An Atlas of Mirrors mengeksplorasi tema mengenai ruang, waktu, memori, alam, batasan-batasan, identitas, perpindahan, dan juga ketiadaan.
" An Atlas of Mirrors mengacu pada peta dan cermin yang selama ini menjadi instrumen penting bagi penjelajahan manusia dalam perjalanan menuju dunia baru. Kami harap tema yang mendasari proses kurasi ini akan menggugah penikmat seni untuk mengeksplorasi dan merasakan begitu banyak sudut pandang dalam melihat dunia dan melihat ke dalam diri kita sendiri," ujar Dr. Susie Lingham, Creative Director dari Singapore Biennale 2016 melalui keterangan pers tertulis.

Lokasi pameran Singapore Biennale 2016 sendiri meliputi Singapore Art Museum di Bras Basah Road dan SAM at 8Q di Queen Street, serta Asian Civilisations Museum, de Suantio Gallery di SMU, National Museum of Singapore, Stamford Green, dan Peranakan Museum. Berbagai program akan diselenggarakan selama pameran, termasuk tur dan diskusi dengan para seniman dan kurator, pelatihan, acara temu komunitas, dan juga simposium di bulan Januari 2017.
Singapore Biennale 2016 juga menandai peluncuran perdana di Asia untuk Benesse Prize yang diselenggarakan oleh Benesse Holdings, Inc (Benesse) dan SAM. Setelah selama 10 tahun terakhir diberikan di Venice Biennale, pemenang Benesse Prize ke-11 kali ini akan mendapat kesempatan untuk menghasilkan karya yang akan dipamerkan di Benesse Art Site Naoshima.

Pemenang juga akan menerima hadiah sebesar 3.000.000 Yen dari Benesse. Penyerahan penghargaan ini akan dilangsungkan di Januari 2017. Seniman-seniman yang masuk dalam nominasi adalah Martha Atienza (Filipina/Belanda), Bui Cong Khanh (Vietnam), Ade Darmawan (Indonesia), Qiu Zhijie (China), dan Pannaphan Yodmanee (Thailand).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
