Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Alasan Jembatan Penghubung Jawa Dan Bali Tak Pernah Dibangun Padahal Cuma 5 Km (Google Maps)
Dream - Pulau Jawa dan Bali merupakan dua wilayah yang secara geografis berdekatan, bahkan jaraknya hampir sama dengan Jawa dan Madura.
Jarak antara Pulau Jawa dan Madura adalah 4,35 kilometer sedangkan jarak Jawa dan Bali sekitar 5 kilometer.
Lantas kenapa pemerintah Indonesia tidak membangun jembatan untuk menghubungkan kedua pulau itu?
Pembangunan jembatan Jawa dan Bali diharapkan seperti Suramadu, yang menyatukan daratan Jawa dengan Pulau Madura.
Nilai tambah dari pembangunan jembatan itu adalah meningkatnya perekonomian dan kecepatan akses.
Namun, meski hanya berjarak sekitar 5 kilometer, pembangunan jembatan Jawa-Bali belum dapat terealisasi hingga kini. Banyak faktor penyebabnya, salah satunya terkait mitologi Hindu Bali.
Bahkan pembangunan jembatan ini sudah digagas sejak tahun 1960 oleh guru besar di ITB, Sedyatmo.
Kala itu ide pembangunan jembatan selat Bali diberi nama Tri Nusa Bimasakti yang berarti penghubung tiga pulau yaitu Sumatera, Jawa dan Bali.
Jembatan Selat Bali dipastikan lebih tinggi dari daratan dan perairan, hal ini untuk mengantisipasi dampak dari tingginya ombak selat.
Pada 2016, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jembrana I Komang Arsana menolak usulan pembangunan jembatan.
Menurutnya, dilihat dari sejarah Pulau Bali, yang mana dalam mitologi Dang Hyang Sidimantra sengaja memutus Pulau Bali dengan Pulau Jawa.
Dari mitologi Hindu yang telah masuk dalam sejarah Bali itu, secara sekala dan niskala, Bali dengan Jawa sejak awal memang harus dibatasi laut yang merupakan salah satu filter sehingga hal-hal negatif dan pengaruh buruk dari luar Bali menjadi lebih mudah diawasi.
" Pembangunan jembatan Jawa-Bali akan sangat berpengaruh pada tatanan sosial budaya masyarakat. Akan ada pergeseran-pergeseran nilai di Bali," ujar I Komang Arsana, dilansir dari merdeka.com.
Bupati Banyuwangi saat itu, Abdullah Azwar Anas kembali menggaungkan ide pembangunan jembatan. Usulan tersebut dituangkan Anas usai rapat koordinasi di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.
Sementara itu, Ketua Wadah Antar Lembaga Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kabupaten Jembrana saat itu, I Ketut Sujono juga menyampaikan sikap yang sama seperti Arsana.
" Lagi pula pembangunan jembatan tersebut tidak menjamin masyarakat Bali maupun Jawa lebih sejahtera," ujarnya.
Terbaru, muncul juga isu rencana pembangunan tol kaca bawah laut yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Gubernur Bali Wayan Koster menolak kerasa adanya kabar itu.
Penolakan Koster karena beredarnya di media sosial TikTok, sebuah video yang memperlihatkan desain tol bawah laut sepanjang dua kilometer yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Dia mengatakan bahwa sudah mengecek soal kabar tersebut dan menurutnya itu buatan lembaga kementerian, tetapi dia tidak menyebutkan kementerian yang dimaksud.
" Saya sudah cek ternyata itu bikinannya Kementerian," kata Koster.
Selain itu, Koster juga menegaskan penolakan pembangunan jembatan yang menyambungkan Jawa dan Bali.
" Saya belum tahu. Tapi kalau jembatan Jawa-Bali tidak. Saya tolak. Cukup dengan kapal, alam menciptakan itu pakai kapal kalau tidak kapalnya tidak jalan. Tidak ada (jembatan)," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam