Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi ibu bekerja, pengasuh anak tentunya jadi pihak yang diandalkan ketika harus bekerja. Penting bagi ibu dan pengasuh untuk saling menyesuaikan diri agar pengasuhan anak bisa berjalan dengan baik.
Sebelum pengasuh mengurus buah hati, penting untuk memberi tahunya hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh. Semacam aturan dalam rumah yang diterapkan pada anak. Hal ini agar tidak terjadi tumpang tindih dan menjadi konflik di kemudian hari.
Selain itu, perhatikan juga tiga aspek berikt, seperti dikutip dari Babyologist.
Bahasa
Selama hampir 12 jam, anak berada di bawah pengawasan pengasuhnya. Mereka merawat dan menjaga anak kita, maka dari itu penting sekali mengajarkan kepada pengasuh untuk melontarkan bahasa-bahasa yang baik di depan anak.
Kita juga harus melihat apa saja yang dilakukan setiap harinya oleh pengasuh anak kita. Misalnya, jika pengasuh anak bisa berbahasa Inggris, maka anak kita pun tentu akan bisa belajar untuk berbahasa Inggris. Di luar itu, bahasa Indonesia yang baik harus kita ajarkan ke pengasuh agar anak kita mengerti bahasa yang baik.
Pola pikir
Jika pengasuh memiliki perilaku yang baik, maka si Kecil pun tidak akan memiliki pola pikir yang buruk. Apalagi jika hal ini sudah ditanamkan sejak bayi. Untuk itu, kita harus terus mendampingi dan menyatukan visi dengan si pengasuh.
Kepintaran
Penting juga kita mengajarkan ke pengasuh anak/ suster, agar mereka dapat mengajarkan hal-hal yang baik, belajar sekaligus bermain. Bisa kita contohkan di awal, seperti bermain flashcard, menyalakan musik-musik, mengajarkan suara hewan, berhitung standar, dan lain-lain sesuai dengan umur anak.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya