Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bengkel Sabun Bersejarah (Foto: Youtube/ Israel Antiquities Authority Official Channel)
Dream 0 Para arkeolog di Israel berhasil menemukan sebuah tempat pembuatan sabun kuno. Diperkirakan usianya sudah mencapai 1.300 tahun. Lokasinya berada dekat dengan Rahat di Gurun Negev.
Produksi minyak zaitun di wilayah tersebut termasuk dalam industri yang berkembang. Sejak abad pertengahan hingga awal abad ke-20.
Selama proses pembuatan sabun, minyak zaitun digunakan sebagai bahan dasar. Kemudian dicampur dengan abu hasil pembakaran tanaman soda salsola yang banyak mengandung kalium dan air.
Campuran tersebut kemudian dimasak selama tujuh hari. Kemudian dipindahkan ke sebuah kolam dangkal.
Di kolam tersebut, sabun dapat mengeras selama sepuluh hari. Setelah itu dipotong-potong menjadi batangan sabun.
Produk sabun tersebut siap setiap dua bulan sekali. Proses dapat dilihat melalui situs di Rahat.
© Bengkel Sabun Bersejarah (Foto: Youtube/ Israel Antiquities Authority Official Channel)
“ Ini adalah pertama kalinya bengkel sabun setua ini ditemukan. Memungkinkan kami menciptakan kembali proses produksi tradisional industri sabun," kata Dr Elena Kogen Zehavi, direktur penggalian di Israel Antiquities Authority.
Rumah-rumah pertanian dan sepasang permainan papan kuno juga ditemukan di situs tersebut. Ini juga termasuk cakram batu kapur bundar yang digunakan dalam permainan strategi ‘Windmill’ yang sudah ada sejak abad kedua dan ketiga.
Papan permainan lain yang ditemukan juga dikenal sebagai ‘Hounds and Jackals’ atau ‘Fifty-Eight Holes’. Yaitu sebuah permainan yang berlangsung sejak 4000 tahun lalu.
Walikota Rahat, Fahiz Abu Saheeben, berharap dapat membangun sebuah tempat, agar para pengunjung dapat melihat kembali sejarah didalam wilayah tersebut.
(Sumber: lonelyplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya