Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Yogurt (Foto: Shutterstock)
Dream - Kesehatan dan daya tahan tubuh buah hati sangat dipengaruhi oleh seberapa besar gizi yang diserap oleh tubuhnya. Bukan cuma memberi makanan sehat, pastikan juga kondisi pencernaannya mampu menerima asupan dengan baik.
Penyerapan gizi berpusat pada sistem pencernaan. Usus menjadi organ tubuh yang memerlukan perhatian khusus. Apabila muncul bakteri jahat, nutrisi yang dikonsumsi tubuh akan tersedot oleh bakteri sehingga anak tidak mendapat manfaat gizi yang optimal.
"Usus diibaratkan seperti kebun. Kalau ada hama, tidak bisa berkembang dengan baik. Diperlukan asupan bakteri probiotik untuk melawan bakteri jahat. Selain itu, konsumsi gizi harus dipastikan seimbang," ujar pakar gizi dan nutrisi Emilia Achmadi MS., RD di Jakarta.
Asupan sehat tidak hanya berfokus pada salah satu elemen saja. Susu, sayur dan buah memang makanan penting kaya nutrisi. Ada satu lagi asupan penting untuk anak demi menjaga
kesehatan ususnya yaitu yogurt.
Apabila si kecil tidak memiliki masalah khusus seperti alergi laktosa susu (intoleransi laktosa) Anda menambahkan satu cup yogurt dalam sajian susu si kecil saat anak berusia dua tahun.
Yogurt mengandung sederet nutrisi tinggi dan bakteri baik yang bisa menyehatkan usus dan pencernaan.
"Bakteri lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermophiles pada yogurt merupakan probiotik yang membantu tubuh untuk melawan bakteri jahat. Ditambah lagi dengan kandungan vitamin B6, B12, K, serta kalsium dan serat, sangat bagus untuk kesehatan pencernaan anak," kata Emilia.
Mulai sekarang tak ada salahnya untuk memberikan yogurt pada si kecil secara teratur. Pilih yogurt yang jenis stirred atau greek, dengan tekstur kental karena kandungan bakteri baiknya masih terjaga. Agar tak membosankan, Anda bisa memberi potongan buah segar dan dingin, biasanya anak-anak jadi lebih tertarik mengonsumsinya.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti