6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Foto: Kaori Ichikawa
Dream - Tampak dari kejauhan di kawasan Sakai, Osaka, Jepang, sebuah rumah yang disebut Minami Hanada Tomb, selalu saja mencuri perhatian orang yang lewat. Rumah ini memang memiliki bentuk yang tak biasa.
Bentuknya lonjong dan mirip telur. Rumah yang dibangun oleh Arsitek Ryuichi Ashizawa ini terinspirasi dari situs pemakaman kuno yang disebut Mozu Tomb.
Meskipun ada kata Tomb yang artinya makam, bangunan yang menyerupai bentuk telur ini bukanlah makam yang sebenarnya.

(Foto: Kaori Ichikawa)
Penasaran bagaimana penampakan dalam rumah ini? Seperti yang disebutkan di atas, sebutan makan dalam rumah ini hanyalah sebuah simbol.
Rancangan rumah ini dibangun berdasarkan perspektif metaforis. Menurut Ryuichi di dalam sebuah hunian mewakili kehidupan yakni ruangan yang dirancang untuk orang hidup dan juga ruang kosong yang untuk orang meninggal.
© Dream
Rumah utama biasanya dihuni dan memiliki fungsi untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Bangunannya dibuat menggunakan kayu cedar dengan lapisan dalam dan luar.

(Foto: Kaori Ichikawa)
Dinding kaca di tempatkan mengelilingi koridor rumah dan lantainya dibangun menggunakan tanah tradisional Jepang. Di musim dingin, lantai bisa membantu menangkap panas, sementara di musim panas lantai bisa tetap sejuk.
© Dream
Bangunan seperti telur yang terinspirasi dari bentuk makam di samping rumah utama dibangun melengkung dan terbuat dari bingkai kayu yang kemudian diisi dengan campuran mortar dan tanah.

(Foto: Kaori Ichikawa)
Bangunan ini difungsikan untuk merenung dan refleksi bagi penghuninya. Selengkapnya baca di Diadona.id.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
