Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ayah Dan Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Peraturan terkait cuti melahirkan di Indonesia pada ibu bekerja, boleh dibilang diterapkan dengan cukup baik. Cuti selama tiga bulan dengan gaji tetap dibayarkan.
Sementara cuti 'melahirkan' untuk para ayah belum begitu familiar dan dirasa penting untuk diterapkan. Padahal peran ayah di hari-hari pertama bayi juga sangat dibutuhkan. Selama ini ketika seorang suami yang bekerja dan ingin mendampingi istri melahirkan biasanya mengajukan izin saja.
Ada juga kantor yang memperbolehkan cuti 3 hari, tapi tidak semua menerapkannya. Negara-negara maju sudah mulai menerapkan cuti melahirkan untuk ayah karena menganggap pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
Sudah banyak penelitian yang mengungkap dampak positif dari keterlibatan pengasuhan ayah saat anaknya masih bayi. Bukan hanya untuk sang anak tapi juga kondisi psikologis ayah.
" Kehamilan dan persalinan akan mengasah insting dari ibu, sementara ayah membutuhkan waktu yang berkualitas bersama anaknya agar instingnya terasah. Hal ini seperti menyalakan tombol pengasuhan di otak ayah," kata Paul Raeburn, psikolog dan penulis buku Do Fathers Matter? What Science Is Telling Us About the Parents'.
Cuti bagi ayah juga akan sangat membantu bagi ibu. Mendampingi ibu selama mengurus bayi dan terlibat aktif sangat efektif untuk menekan risiko depresi pasca melahirkan. Hubungan ayah dan ibu pun kian kompak dan bisa menjalani transisi adanya anak dengan baik.
" Mungkin terdengar aneh mengapa ayah membutuhkan cuti melahirkan. Ingat, ketika seorang anak lahir, ibu dan ayahnya juga lahir sebagai pribadi yang baru. Mereka membutuhkan waktu untuk saling beradaptasi, membangun keintiman yang sangat berdampak pada kondisi psikologis masing-masing," ujar Raeburn.
Untuk itu para ayah, usahakan mendampingi istri saat melahirkan. Jika memang kantor mengizinkan, ambillah cuti selama 3 hingga 5 hari. Efeknya akan sangat besar bagi Anda dan keluarga.
Sumber: Fatherly
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

