6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Bermain dengan anak balita (bawah lima tahun) memang sangat menyenangkan. Sikap mereka yang polos dan menggemaskan bisa menghilangkan stres. Tapi tahukah Sahabat Dream, kalau di balik sikapnya yang menyenangkan, balita juga bisa mengalami stres?
Stres adalah respons saat anak dihadapkan pada situasi yang 'menantang' kemampuannya. Situasi ini bisa muncul dari keluarga, teman, atau lingkungannya.
Saat stres, balita cenderung akan banyak menangis, mengamuk, sulit makan, gelisah, atau sering mimpi buruk saat tidur.
Kondisi itu bisa berlangsung selama berhari-hari. Bahkan hingga membuat mereka jatuh sakit. Lalu, apa saja yang bisa menimbulkan stres pada balita?
1. Berpisah dari orangtua atau pengasuh
Pada anak usia 2 hingga 4 tahun, seringkali mengalami separation anxiety, atau cemas ketika berpisah dari orangtua atau pengasuh yang selalu bersamanya. Apalagi jika berada di lingkungan asing yang belum pernah didatanginya.
Jika tak mempersiapkan anak dengan baik, biasanya ia akan rewel hingga berhari-hari. Termasuk sering menangis dan langsung panik ketika orangtuanya tak ada.
2. Tekanan sosial
Kondisi ini biasanya terjadi pada anak yang bersekolah playgroup atau sering bermain dengan anak yang lebih tua. Kadang balita mengalami sikap buruk dari anak yang lebih tua. Hal ini bisa membuat mereka ketakutan.
3. Suasana rumah yang penuh 'amarah'
Suasana rumah sangat berpengaruh pada kondisi psikologis balita, termasuk kebiasaan dan perilakunya. Jangan mengira anak tak tahu kalau orangtuanya sedang tidak akur atau ketika mereka disakiti secara verbal dan fisik.
Balita bisa merasakannya, hanya tak bisa mengungkapkannya. Untuk itu, sebaiknya ciptakan suasana rumah yang damai.
4. Faktor lain
Pemicu lainnya yang sangat mungkin membuat anak stres adalah tontonan berita yang menampilkan kekerasan, saat mengalami sakit, atau ketika tak cukup mendapat perhatian dari orangtuanya.
(Ism, Sumber: Momjunction)
Baca Juga: Memberikan Vitamin pada Si Kecil, Perlukah? Bekali Kemampuan Ini Sebelum Anak Masuk TK Dipukuli Anak, Ini Sikap yang Harus Dilakukan Bunda Lakukan Cara Ini Agar Usus Anak Lebih Sehat Trik Dekorasi Kamar Mandi Seru untuk Si Kecil Kunci Agar Buah Hati Jadi Pribadi Penuh Empati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
