Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi/ Foto: Unsplash
DREAM.CO.ID – Masa kecil adalah fase yang begitu singkat—sekali terlewat, tak akan pernah bisa diulang kembali. Di momen inilah anak membutuhkan kehadiran orang tua secara penuh, khususnya dari ibu, bukan hanya untuk membentuk rasa aman, memberikan kasih sayang tanpa syarat, dan menjadi sandaran emosional anak, tetapi juga mempersiapkan masa depannya dengan menanamkan nilai etika, kecerdasan emosional, dan keterampilan sosial.
Hal itu akan membuat anak memiliki kemampuan untuk bangkit dari kegagalan, menghadapi tekanan, dan tetap percaya diri di tengah tantangan. Namun derasnya arus informasi dan masifnya penggunaan gawai membuat anak-anak kerap lebih cepat terpapar dunia digital dibandingkan pada nilai-nilai kehidupan yang esensial.

Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 mencatat sekitar 34,9% anak Indonesia, atau setara 15,5 juta anak, mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Lebih dari itu, 64,7% anak mengalami masalah hubungan dengan keluarga, sementara 41,1% kesulitan menjalin hubungan dengan teman sebaya. Angka ini mengindikasikan bahwa ketahanan emosional dan keterampilan sosial anak masih rapuh.
Tidak hanya itu, sebuah jurnal yang terbit Januari 2025 berjudul “ Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Kognitif dan Sosial Anak” menyebutkan bahwa penggunaan gadget berlebih dapat menurunkan kemampuan anak dalam berinteraksi sosial dan berempati. Hal ini sejalan dengan studi KemenPPPA bersama UNICEF (2023) yang melaporkan bahwa anak-anak Indonesia rata-rata mengakses internet 4–5 jam per hari, dan lebih dari 60% orang tua mengaku khawatir terhadap dampaknya pada perkembangan emosional maupun sosial anak.
“ Kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan mereka dengan orang tua, terutama ibu. Kasih sayang, komunikasi yang terbuka, dan bonding yang positif dapat menjadi ‘tameng’ yang membuat anak lebih tangguh menghadapi bullying, tekanan akademis, maupun kegagalan. Ibu tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga teladan dalam mengelola emosi dan membangun rasa percaya diri anak,” ujar Psikolog Elisabeth Santoso, M.Psi.
Kebutuhan tersebut membuat My Baby menghadirkan Momversity 2025 dengan tema #RaisingExtraordinaryGeneration, sebagai ruang edukasi dan inspirasi bagi para ibu di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk menguatkan peran ibu sebagai pilar penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“ MY BABY Moms Know Best hadir sebagai keyakinan yang ditegaskan kembali melalui Momversity, simbol bahwa ibu adalah pendamping terbaik dalam menyiapkan generasi luar biasa di masa depan”, ujar Winny Yunitawati, Deputy Managing Director Cosmetic, Consumer & Health Care Tempo Scan Group.
MY BABY Momversity 2025 hadir dengan rangkaian aktivitas inspirasional. Salah satu rangkaiannya berlangsung mulai 15 Juli hingga 14 September 2025, di mana para ibu dapat membagikan kisah inspiratif melalui unggahan foto atau video kreatif di Instagram maupun TikTok.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya