7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Instagram/yesysinta
Dream - Dinas Pariwisata (Dinpar) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara tengah mempersiapkan tren pariwisata saat new normal. Pemberlakuan new normal tentunya akan berpengaruh pada tatanan dan aturan dalam sektor pariwisata. Terutama dalam menerapkan protokol kesehatan yang berlalu.
Maluku Tenggara adalah daerah yang masuk dalam zona hijau. Sehingga pembukaan kembali pada sektor pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi dinas pariwisata setempat.
" Secara umum, protokol ini akan mengadopsi tiga unsur utama, yakni cleanliness, healthy, dan safety," tutur Faruk Baadila, Korwil Maluku, Maluku Utara, dan Papua DPP ASITA.
Cleanliness berupa pembersihan secara rutin di tempat-tempat yang menunjang kegiatan wisata, mulai dari bandara, hotel, sampai destinasi itu sendiri. Kemudian healthy, yakni praktik ramah lingkungan dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah.
" Lalu safety, adalah upaya untuk memastikan turis dan warga lokal bebas dari risiko penularan covid-19," lanjut Faruk.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Sebelum tren pariwisata Maluku Tenggara diberlakukan, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat lokal. Karena masyarakat di zona hijau inilah yang akan menjadi target pertama sektor pariwisata.
" Pengadaan tempat cuci tangan, antiseptik, dan ketentuan pakai masker pasti ada untuk saling jaga," kata Faruk.
Pembukaan pariwisata saat new normal harus sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Dan semuanya dapat dijalankan jika sosialiasi yang dilakukan aparat setempat, mampu menjangkau seluruh masyarakat lokal.
© Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Lebih lanjut Faruk menjelaskan bahwa protokol perjalanan wisatawan akan terbagi menjadi dua bagian. Pertama, alur kedatangan yang terdiri dari pra-keberangkatan, kedatangan, dan akomodasi. Serta saat di hotel, bandara, dan pesawat untuk alur kepulangan.
" Pra-keberangkatan ini salah satunya wajib melampirkan atau membawa surat keterangan sehat dengan status negatif Covid-19. Surat ini nantinya akan diserahkan sesudah mendarat," ungkapnya.
Selanjutnya, wisatawan akan melakukan wawancara dan pengecekan dokumen. Bila terjadi kejanggalan akan dilakukan rapid test atau swab test. Jika hasilnya reaktif, maka wisawatan diberi opsi untuk kembali ke daerah asal atau menjalani karantina di hotel yang telah di tunjuk.
Pengecekan suhu tubuh akan dilakukan secara rutin. Baik dibandara, hotel maupun oleh pihak agen perjalanan. Barang bawaan pun akan disemprotkan disinfektan. Selain itu, wisatawan juga harus tetap menjaga jarak aman dan selalu memakai masker.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?