6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Rumah Keluarga Brink (Foto: Insider)
Dream - Memiliki anak remaja, biasanya orangtua akan memilih kota besar. Hal ini karena akses pendidikan, kesehatan dan fasilitas lainnya lebih mudah dan lebih baik. Rupanya keluarga Brink berpendapat lain.
Mereka justru pindah ke area pedesaan di Kentucky, Amerika Serikat. Bukan membeli rumah, keluarga ini justru membelai lahan seluas 280 kaki persegi.
Mereka ingin tinggal di rumah yang lebih ramah lingkungan dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan atau sustainable.
" Awalnya suami saya ingin kita semua tinggal di rumah mungil satu kabin, tetapi saya berdebat atas nama anak-anak, mereka membutuhkan privasi mereka sendiri," kata Keli Brinks, sang ibu, dikutip dari Insider.
© Dream
Niat awal keluarga ini adalah tinggal di tiny house yang compact dan tidak membutuhkan banyak peralatan yang menguras energi. Mereka tetap menerapkannya, tapi akhirnya membuat enam rumah yang ukurannya mungil-mungil.
" Karena rumah-rumah mungil menghasilkan lebih sedikit limbah, membutuhkan lebih sedikit pemanas, dan bisa lebih ramah lingkungan," ungkap Brinks.
Keluarga ini terdiri dari empat orang dan berbagi 6 rumah mungil. Dua anak mereka sudah remaja, yaitu Lennox yang berusia 18 tahun dan Brodey 16 tahun.
© Dream
Setelah membeli lahan dan dibangun rumah mungil, Keli dan suaminya tinggal di rumah utama. Sementara kedua anak remajanya, tinggal rumah mungil yang terpisah.
" Ketika orangtua pertama kali memutuskan rumah mana yang akan dibuat, aku dan saudara lelakiku harus memilih model mana yang kami inginkan. Brodey memilih rumah dengan teras yang lebih besar. Daripada memiliki rumah dengan lorong panjang, lebih baik berada di luar. Aku juga tidak perlu mengganggu orangtua dengan kebisingan juga," kata Lennox.
Keli mengatakan rumah-rumah kecil lebih menghemat energi karena lebih mudah memanaskan dan mendinginkan ruang yang lebih kecil. Selain itu, keluarga hanya menghasilkan satu kantong sampah per minggu.
© Dream
" Alasan kami memiliki begitu sedikit sampah adalah karena kami mencoba untuk hidup dengan aturan RRRR yang sangat penting: refuse, reduce, reuse, recycle. Kami hampir selalu menolak kantong plastik untuk bahan makanan dan menggunakan tas kain," ungkap Keli.
Mereka tinggal sejak 2015 di desa mini yang dibuat sendiri. Banyak orang penasaran bagaimana kehidupan sehari-hari keluarga Brinks. Rupanya sejak pindah ke 'desa mini', mereka lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah.
" Kami menanam banyak sayur, memelihara ayam dan bercengkrama di bawah langit dan membuat api unggun setiap malam," kata Keli.
© Dream
Dream - Berlayar di perairan tenang, sambil melihat birunya langit tapi tetap serasa ada di rumah dengan fasilitas lengkap. Terdengar sangat mengasyikkan, bukan?
Rumah perahu mungkin bisa jadi jawabannya. Sebuah perahu yang berbentuk rumah di dermaga Seattle, Amerika Serikat, baru saja dibuat dan dijual.
Rumah ini memiliki luas 775 kaki persegi. Tak terlalu luas memang, tapi penghuninya bisa santai maksimal di perahu ini.
Terdapat fasilitas lengkap seperti di rumah. Antara lain ada ruang keluarga, dapur, kamar tidur, kamar tidur, bahkan balkon untuk menikmati pemandangan.
© Dream
Perahu bergaya kontemporer tampak sangat mencuri perhatian jika dipandang dari luar. Terlihat mencolok dengan warna hijau, atap bundar, dan tangga spiral. Masuk ke rumah langsung ada sofa untuk bersantai.

(Foto: Special Agents Realty)
Ruang keluarga tersebut menyatu dengan dapur mungil yang dikelilingi kaca sehingga saat bersantai di dalam bisa langsung menatap cantiknya pemandangan sekitar.
Ruang tamu rumah tersebar di dua lantai. Untuk bagian atas, ruang bersantai terletak di balkon yang terbuka. Ada juga kamar tidur super nyaman dengan jendela yang besar.

Foto: Special Agents Realty
Untuk kamar mandinya dilengkapi dengan lantai ubin berpemanas serta shower standup. Terdapat juga mesin cuci dan pengering yang tertutup seperti dalam lemari. Jadi tidak tampak berantakan.

Foto: Special Agents Realty
Jadi, ingin tinggal di sini Sahabat Dream?
Sumber: Apartment Theraphy
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
