7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Menggunakan Jarum Suntik (blog.joslin.org)
Dream - Ali Ahmed Mashael, Mufti Besar Departemen Urusan Islam dan Amal Dubai (IACAD), menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar puasa selama bulan suci Ramadan.
Bagi seseorang yang sakit dan mendapat suntikan di bagian tubuh tertentu, misalnya di paha, maka tidak membatalkan puasanya. Namun ada perbedaan pendapat soal disuntik ini.
Oleh karena itu, yang terbaik bagi seseorang yang disuntik adalah mengganti puasa hari itu. Namun jika seseorang berniat menyumbangkan darahnya, maka tidak membatalkan puasanya.
Beliau juga menyatakan bahwa menggosok gigi juga tidak membatalkan puasa. Selama air tidak tertelan saat menggosok gigi, puasa seseorang tidak batal.
Kemudian, bagi orang berpuasa yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang dan ingin berbuka puasa sebaiknya menunggu hingga tidak ada sinar matahari sama sekali. Mereka tidak boleh buka puasa dengan berpatokan pada waktu buka di darat.
Namun seperti pengecualian puasa pada umumnya, orang yang melakukan perjalanan ke luar kota dibebaskan dari kewajiban menjalankan puasa. Tapi jika memang ingin tetap menjalankan puasa juga tidak masalah.
Bagi seseorang buka puasa belum saatnya, misal adzan Magrib jam 18.40 tapi dia sudah buka puasa jam 18:38 (mengira adzan sudah dikumandangkan), maka puasanya batal dan harus menggantinya. Namun hal itu tidak menimbulkan dosa, karena orang tersebut melakukannya dengan tidak sengaja.
Menurut Mufti Ali, penderita asma boleh menggunakan inhaler (alat bantu pernafasan) meski itu akan membatalkan puasanya. Sebab, uap dalam inhaler mengandung air dan cairan lainnya terhirup masuk ke dalam tubuh.
Dengan demikian, dia harus mengganti puasanya dengan memberi makan kepada fakir miskin atau yang membutuhkan sesuai dengan jumlah yang ditentukan.
(Ism, Sumber: Emirates 24/7)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?