Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Diet/Shutterstock
Dream - Hampir seluruh negara di dunia sedang melakukan kebijakan karantina mandiri kepada warganya untuk mencegah penyebaran wabah Virus Corona semakin parah. Semua aktivitas mulai dari belajar, sekolah, beribadah dilakukan dari rumah.
Meski terdengar menyenangkan, kamu yang sedang menjalani diet atau menurunkan berat badan mungkin harus melakukannya dengan perjuangan lebih banyak.
Kamu tak bisa keluar rumah untuk melakukan jogging atau pergi ke gym. Kini aktivitas hampir semua orang mungkin lebih banyak dihabiskan dengan berkerja sambil santai di sofa. Godaan makin berat karena waktu luang yang lebih banyak akan membuat kamu ingin ngemil untuk mengusir bosan.

Dilansir dari Miss Kyra, ada beberapa tips yang dapat membantu mengendalikan kebiasaan ngemil kita selama di rumah.
Diet puasa intermiten adalah salah satu diet paling terkenal di seluruh dunia saat ini. Dikenal karena hasilnya yang cepat dan memuaskan, kebanyakan orang menemukan bahwa diet ini juga relatif nyaman untuk dipilih.
Ada tiga jenis puasa intermiten jika ingin mencobanya, yaitu:

Seperti namanya, diet puasa bergantian adalah jumlah makanan akan 25 persen lebih sedikit dari jumlah biasanya, dan boleh makan apa pun yang diinginkan pada hari berikutnya.
Pada hari puasa, diharuskan mengonsumsi minuman bebas kalori seperti teh hijau, kopi, dan air putih, sedangkan pada hari berikutnya ketika tidak berpuasa, diizinkan mengonsumsi apapun yang disukai.

Selama diet ini, seorang individu harus berpuasa sepanjang hari yaitu 24 jam. Juga dikenal sebagai diet 5:2, karena melibatkan satu atau dua hari puasa selama seminggu.
Diperbolehkan mengkonsumsi sekitar 500-700 kalori atau sekitar 25 persen dari asupan kalori harian biasa selama hari-hari puasa. Namun, jenis diet ini terbukti sedikit lebih sulit bagi sebagian orang.

Ini adalah metode yang paling umum dipilih orang di antara tiga metode puasa intermiten, karena memungkinkan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman hanya selama jam-jam tertentu dalam sehari.
Seringkali diterapkan rasio 16:8, yaitu berpuasa selama 16 jam, lalu bisa makan apa yang diinginkan selama 8 jam yang tersisa (tentu saja harus mengendalikan kebiasaan ngemil).
Kebanyakan orang memilih untuk makan dari tengah hari hingga jam 8 malam karena waktu yang paling ideal.
Laporan: Raissa Anjanique
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya