Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sakit Dada (Foto: Shutterstock)
Dream - Batuk, pilek, demam dan sakit kepala yang dulu merupakan keluhan ringan, umum yang kini seperti tampak seperti 'gejala' mematikan. Tidak lain tidak bukan karena pandemi Covid-19.
Kepanikan pasti akan bertambah, jika kondisi tersebut disertai nyeri dada. Pada banyak kasus, mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung akan lebih berisiko mengalami pemburukan jika tertular Covid-19.
Lalu bagaimana membedakan antara nyeri dada karena Covid-19 dan karena masalah jantung?
" Pertama, jangan mengabaikan nyeri dada apapun penyebabnya. Nyeri dada akibat serangan jantung biasanya terasa seperti tekanan atau sensasi diremas, tetapi dapat bervariasi dari orang ke orang. Tantangannya adalah bahwa nyeri dada karena kecemasan dan bahkan COVID-19 dapat terasa mirip dengan nyeri jantung - tetapi memiliki perbedaan penting," kata Michael Smith, seorang dokter spesialis penyakit dalam, dikutip dari WebMD.
Nyeri dada terkait kecemasan biasanya muncul tiba-tiba, dan terasa sulit bernapas. Sifat tiba-tiba dari jenis nyeri ini menunjukkan kecemasan. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, gejala yang sama dapat terjadi pada sakit jantung.

" Nyeri dada mendadak seperti tertimpa benda berat yang berlangsung lebih dari satu menit harus segera lapor ke dokter. Biarkan dokter mencari tahu apakah itu kecemasan atau terkait jantung," kta Smith.
Nyeri dada akibat COVID-19 tidak akan datang tiba-tiba. Gejala COVID-19 biasanya berkembang selama beberapa hari, mirip dengan infeksi virus lainnya. Jadi jika merasa baik-baik saja, itu bukan virus corona.
" Tetapi jika sakit selama beberapa hari dan memburuk, sakit dada bisa jadi salah satu gejala COVID-19. Bila napas menjadi pendek, segera hubungi dokter," pesan Smith.
Kapan pun saat mengalami nyeri dada yang terus menerus, segera konsultasi dengan dokter. Jangan tunda untuk mencari tahu apa penyebabnya lewat internet.
" Terakhir, jangan lupa bernapas. Ada banyak alasan untuk cemas saat ini, tetapi ada banyak hal yang bisa dikendalikan. Jika merasa tertekan, luangkan beberapa menit setiap hari (beberapa kali sehari) untuk melakukan latihan pernapasan," kata Smith.

Berikut latihan pernapasan yang sangat dianjurkan Smith, ambil napas dalam-dalam yang lambat. Isi paru-paru dengan udara penuh, tahan selama beberapa detik, lalu lepaskan. Tarik napas selama 4 detik, tahan selama 2 detik, lalu buang napas selama 4 detik. Ulangi hingg 8 hitungan.
Laporan Raissa Anjanique
Dream - Kesehatan jantung memang sangat vital. Ada masalah sedikit saja, kita harus segera berkonsultasi dengan dokter. Jangan sampai menunggu terlalu lama karena akan fatal akibatnya.
Bisa saja terjadi strok atau serangan jantung dan masalah kesehatan lainnya. Jantung merupakan organ vital tubuh yang berfungsi untuk mengalirkan semua darah serta menyaring darah yang kotor.

Jika jantung tidak bisa berfungsi dengan baik, maka seluruh organ tubuh akan bermasalah. Komplikasi bisa terjadi, bahkan kematian mendadak.
Nah, gaya hidup saat ini cenderung sangat tidak sehat. Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi tanda bahaya ketika jantung tidak bekerja dengan baik. Apa saja?
Munculnya Rasa Nyeri di Dada
Rasa nyeri di dada disertai dengan rasa berat saat bernapas sering keliru dipahami sebagai sakit maag. Rasa nyeri ini disertai pula dengan kesulitan bernapas, jantung berdebar, pusing, keringat, dan mual.

Tarikan di Otot Dada
Munculnya rasa tarikan di dada merupakan tanda bahwa ada hal yang tak benar pada jantung. Hal ini juga bisa terjadi karena aliran darah di jantung tidak berjalan dengan baik.
Munculnya Sesak Napas
Munculnya sesak napas merupakan suatu hal yang menjadi pertanda bahwa ada yang tak beres pada jantung. Hal ini terutama ketika rasa sesak napas ini muncul setelah melakukan aktivitas ringan.

Terjadinya Gangguan Tidur
Terjadinya gangguan tidur bisa jadi tanda bahaya adanya masalah jantung yang mengintai. Hal ini terutama ketika mudah merasa lelah, berkeringat, dan mual.
Laporan Rizky Wahyu Permana/ Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A