6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
�© 2019 Https://www.dream.co.id
Dream - Bagi ibu yang baru saja melahirkan, bayi lahir dengan selamat dan sehat jadi prioritas. Masalah berat badan kerap luput dari perhatian.
Tapi, memiliki berat badan yang berlebihan setelah melahirkan bisa membuat ibu merasa tidak nyaman.
Efeknya memang kesulitan bergerak, gerak yang terbatas, dan menurunnya rasa percaya diri. Medline Plus, menyarankan bagi ibu yang baru saja melahirkan supaya tidak langsung menurunkan berat badannya.
Untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan, perlu perencanaan. Medline Plus menyebutkan, 6 hingga 12 bulan pertama setelah melahirkan boleh melakukan penurunan berat badan, namun harus sesuai dengan anjuran dokter.
Memulai cara menurunkan berat badan setelah melahirkan memang tidak mudah, terlebih kondisi tubuh yang masih harus beradaptasi kembali setelah kelahiran anak.
Sebelum melakukan penurunan berat badan, para ibu harus memperhatikan hal berikut ini terlebih dahulu:
© Masalah menyusui bayi
Setelah melahirkan, tugas ibu belum selesai. Breastfeeding, atau menyusui wajib diberikan kepada anak, karena merupakan sumber makanan utama bayi yang baru lahir. Dilema mungkin akan dirasa oleh sebagian ibu yang baru melahirkan, selain harus menyusui bayi, ia harus menurunkan berat badan.
Medline menyebutkan, ibu yang menyusui tidak perlu terlalu muluk untuk langsung menurunkan berat badannya. Sebab penurunan berat badan yang drastis akan mempengaruhi produksi ASI dan bisa mengganggu kesehatan bayi dan sang ibu.
Perlu diketahui, menyusui ternyata mampu membakar kalori yang bisa membantu menurunkan berat badan secara alami. Jadi, bagi ibu menyusui tidak perlu buru-buru ingin menurunkan berat badan, karena akan turun dengan alami.
Namun, bagi ibu yang ingin segera menurunkan berat badannya setelah melahirkan, Dream rangkumkan cara menurunkan berat badan yang aman setelah melahirkan dari Medline Plus.
© Menyusui bayi
Hal yang perlu diperhatikan sebelum menerapkan cara menurunkan berat badan adalah dengan merencanakan waktu. Setelah melahirkan, tubuh perlu melakukan pemulihan.
Apabila dipaksakan untuk menurunkan berat badan segera, maka akan berakibat buruk bagi kesehatan ibu dan bayi.
Setidaknya beri waktu paling sedikit 6 minggu hingga 8 minggu setelah melahirkan. Tunggu kondisi tubuh sehat, dan kondisi bayi yang sudah mulai beradaptasi.
Selain memperhatikan jangka waktu setelah melahirkan, ibu juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi selama masa pemulihan. Umumnya, ibu yang baru saja melahirkan dan menyusui membutuhkan lebih dari 500 kalori per hari.
Pemenuhan Kalori bisa ditunjang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan rendah lemak, seperti buah-buahan, sayur, dan kacang-kacangan.
© Tetap makan tanpa diet
Untuk memulai menurunkan berat badan setelah melahirkan, tidak perlu sampai memutuskan diet berat dan menghindari makan. Diet semacam ini justru dilarang oleh dokter.
Cara menurunkan berat badan setelah melahirkan, bisa diimbangi dengan makan dalam porsi kecil sebanyak 5 hingga 6 kali sehari. Tentunya makanan ringan atau cemilan yang sehat.
Ada beberapa tips memilih makanan yang diberikan Medline untuk menurunkan berat badan seperti berikut ini:
- Pilih makanan rendah lemak
- Makan makanan yang direbus, hindari yang digoreng
- Perbanyak makan camilan berserat dan berprotein
- Perbanyak minum air putih
- Kurangi makanan manis dana sin
© Diet setelah melahirkan?
Cara menurunkan berat badan setelah melahirkan adalah dengan tidak melakukan diet apapun. Hal yang perlu dilakukan untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan adalah menerapkan pola hidup sehat dan mengatur pola makan yang baik.
Apabila ibu nekat melakukan diet setelah melahirkan, dengan membatasi bahkan menghindari makan, itu akan membuat tubuh kelelahan. Walau pada awalnya diet yang dilakukan menunjukkan hasil, namun hal tersebut tidak akan bertahan lama.
Melakukan diet seperti membakar lemak, justru hanya akan membuat masa otot berkurang. Dan, apabila ibu kembali ke pola makan sebelumnya, maka lemak pun akan kembali. Lebih baik tidak melakukan diet apapun ya, Sahabat Dream!
© Menurunkan berat badan setelah melahirkan
Menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat akan lebih efektif bila dibarengi dengan olah raga ringan yang rutin. Cara menurunkan berat badan seperti ini, diyakini efektif dan mampu membuat ibu kehilangan lemaknya.
Untuk memulai cara menurunkan berat badan ini, bisa diawali dengan olah raga ringan terlebih dahulu, seperti jalan pagi atau melakukan gerakan-gerakan ringan.
Melakukannya secara rutin akan efektif membantu menurunkan berat badan. Dan, perlu diperhatikan. Jangan memaksakan olah raga berat ya, Sahabat Dream.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
