Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Setelah dilahirkan, sangat dianjurkan para bayi menjalani inisiasi menyusui dini (IMD). Bayi ditelungkupkan di perut ibu untuk kemudian merangkak mencari puting payudara sebagai sumber makanannya.
Kontak kulit antara ibu dan bayi saat IMD ini sangat penting untuk menormakan suhu tubuhnya, menjaga kondisinya stabil setelah lahir dan 'memaparkan' bakteri baik yang dibutuhkannya. Tak hanya itu, kontak kulit atau skin to skin contact (SCC) akan membantu membangun kedekatan psikologis.
Hal ini diungkapkan oleh dr. Bernie Endayani Medise, Sp. A(K), dalam acara bincang-bincang bersama Pigeon Baby Toiletries, di Jakarta, 29 Januari 2019.
"Ini suatu metode yang dilakukan saat anak tidak menggunakan pakaian dan di taruh di dada ibunya tanpa pakaian. Awalnya ini adalah program untuk bayi prematur karna bayi prematur beresiko terkena hipotermia, suhu tubuh sang bayi sangatlah rendah maka skin to skin ini merupakan cara tradisional dalam menghangatkan tubuh bayi," kata dr. Bernie.
Skin to skin contact (SCC) atau yang juga dikenal dengan kangaroo care (KC), ini pertama kali ditemukan oleh dua orang dokter spesialis neonatologi, Edgar Rey dan Hector Martinez, yang saat itu bertugas sebagai dokter praktik di sebuah rumah sakit di Bogota, Colombia, Amerika Selatan, pada 1978.
Metode ini kemudian juga diaplikasikan pada bayi yang lahir dalam kondisi normal dan terbukti berdampak positif terhadap perkembangan dan kestabilannya. Bagi para ibu, juga merasa lebih tenang saat memeluk bayi di dadanya tanpa penghalang apapun.
"Skin to skin contact itu sangat bermanfaat untuk bayi dan si ibu, karena di situlah terbangun kasih sayang seorang ibu, dan bayi akan mendapatkan informasi dari inderanya, mulai dari indera peraba, penciuman dan pendengaran," ungkap Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, seorang psikolog.
Skin to skin contact memang sebaiknya dilakukan secara rutin. Bukan hanya berpelukan tapi juga memberi pijatan lembut jelang si kecil tidur atau saat mandi.
Produk-dari Pigeon Baby Toiletries yang sudah tersertifikasi halal dari MUI, bisa digunakan saat memberi pijatan pada si kecil. Rangkaiannya juga sudah lulus uji tes hypoallergenic.
Laporan Tri Yuniwati Lestari
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?


Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan