Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehadiran bayi memang mendatangkan kebahagiaan dalam sebuah keluarga, sekaligus menjadi sebuah tantangan. Terutama bagi seorang ibu yang kehidupannya bakal berubah total dari sebelumnya.
Salah satu perasaan yang muncul pada ibu yang baru saja melahirkan adalah rasa terisolasi. Untuk di Indonesia, ada kepercayaan kalau bayi sebaiknya tak keluar rumah selama 40 hari, begitu juga ibunya yang tentunya harus selalu menemani dan menyusui.
" Hanya bersama bayi di rumah, padahal biasanya beraktivitas cukup aktif. Belum lagi penyesuaian rutinitas yang sangat berbeda dari sebelumnya. Perubahan yang besar dalam kehidupan selalu memicu perasaan kesepian dan terisolasi," kata pakar keluarga, Rachel Gurevich.
Ada banyak sekali penyebab ibu merasa sendirian, jauh dari dunia luar dan terisolasi. Kondisi ini juga kerap kali memicu depresi pasca persalinan. Apa saja?
© Dream
Kehamilan dan persalinan merupakan tugas yang sangat berat bagi tubuh wanita. Secara medis, dokter mungkin mengatakan kalau 8 minggu setelah melahirkan, tubuh sudah bisa dikatakan pulih.
Padahal tak demikian. Menyusui yang kerap membuat tubuh pegal dan payudara sakit membuat ibu terus merasa kelelahan hingga 2 tahun. Belum lagi vitalitas fisik yang akan jauh berbeda setelah melahirkan. Hal ini membuat ibu cenderung lebih memilih untuk memulihkan dirinya daripada bersosialisasi.
© Dream
Ini terjadi pada ibu yang sebelumnya bekerja dengan aktif, lalu memutuskan untuk mengurus bayi sendiri rumah. Momen transisi ini tentu tidak mudah. Jika biasanya sehari-hari ada yang diajak berbincang, kini hanya berhadapan dengan bayi.
" Rasa kehilangan momen seru bersama teman atau kerabat lalu kesepian kerap muncul," kata Gurevich.
© Dream
Bagi ibu yang kembali bekerja setelah punya anak, hari-hari pun diisi dengan bekerja lalu langsung pulang demi menemui si kecil. Tak ada lagi waktu untuk berbincang dengan rekan kerja, menikmati waktu bersosialisasi, atau me time.
" Perasaan bersalah kerap muncul saat sedang menikmati waktu bersenang-senang, sementara bayi bersama pengasuh. Waktu untuk bersosialisasi pun jadi dikorbankan dan tanpa disadari membuat ibu merasa terasing dari teman-temannya," ungkap Gurevich.
© Dream
Setelah anak lahir, hubungan ayah dan ibu akan sangat berubah. Lebih terfokus pada bayi dan keintiman akan sangat jauh berkurang. Apalagi jika ayah sangat sibuk di kantor dan tak memberi waktu yang cukup untuk ibu hanya untuk berbincang. Perasaan kesepian dan terisolasi bakal semakin menjadi.
" Penting untuk menjaga komunikasi dengan pasangan setelah melahirkan. Dibutuhkan kepekaan yang lebih besar oleh para suami," kata Gurevich.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A