6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto: XinhuaNet)
Dream - China telah membuka jalan sepanjang 1 kilometer di Jinan, ibukota Provinsi Shandong di selatan Beijing. Jalan dua jalur itu mencakup 5.875 meter persegi dan dapat menghasilkan tenaga hingga 1 juta kilowatt-hours setiap tahun - cukup untuk memberi daya 800 rumah di China menurut XinhuaNet. Listrik akan digunakan untuk menjalankan lampu jalan, papan reklame, kamera pengintai, dan plaza tol. Ini juga akan digunakan untuk memanaskan permukaan jalan saat musim salju.
Permukaan jalan ini terbuat dari beton transparan yang bisa menahan tekanan 10 kali lebih banyak daripada beton biasa, menurut Slate. Di bawah beton ada panel surya yang mengubah sinar matahari menjadi listrik. Di bawah panel surya adalah lapisan isolasi yang dirancang untuk melindungi mereka dari panas atau dingin yang berlebihan.

" Proyek ini akan menghemat ruang untuk membangun panel tenaga surya dan memperpendek jarak transmisi," kata Xu Chunfu, Ketua Qilu Transportation Development Group, pengembang proyek. Dia mengklaim biaya jalan surya China nyaris sama dengan jalan serupa di negara lain. Seperti Prancis misalnya yang sudah bereksperimen membuat jalan matahari.
Tapi Slate mengklaim bahwa biaya jalan China $458 per meter persegi - kira-kira 90 kali biaya jalan aspal tradisional. " Dengan pengembangan tenaga surya di China, biayanya bisa dikurangi," kata Xu. Di kota-kota padat (China memiliki lebih dari 120 kota dengan populasi satu juta lebih), tidak selalu ada ruang untuk panel surya, sehingga menemukan lokasi alternatif seperti jalan dan badan air menjadi lebih umum.
Namun, orang bertanya-tanya apakah beton cukup transparan untuk membiarkan sinar matahari menembus. Banyak juga yang khawatir jika jalan tersebut mungkin menyebabkan lebih banyak kecelakaan lalu lintas. Ada pula yang mempertanyakan, bagaimana cara mengganti panel surya yang rusak jika terbungkus dengan lapisan beton. Semua itu akan terjawab seiring pengoperasian jalan ini nantinya.
(Sumber: cleantechnica.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
