Sulit Dievakuasi, Dokter Muda Meninggal di Kepulauan Aru

Reporter : Kusmiyati
Kamis, 12 November 2015 16:16
Sulit Dievakuasi, Dokter Muda Meninggal di Kepulauan Aru
Sebelum meninggal, tubuh Dionisius sempat demam dan mengalami gagal napas serta penurunan kesadaran.

Dream - Kabar duka datang dari dokter muda yang sedang menjalankan program internship di Kepulauan Aru, Maluku Tenggara, Dionisius Giri Samudra.

Kabar ini pun dengan cepat menyebar di media sosial, pria yang akrab disapa Andra ini baru menyandang status pegawai tidak tetap (PTT) di Rumah Sakit Cendrawasih, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Sebelum meninggal, tubuh Andra sempat demam dan mengalami gagal napas serta penurunan kesadaran. Andra pun menjalani perawatan di RSUD Cenderawasih pada 8 November 2015.

Namun sayang kondisinya terus menurun. Teman-teman sesama dokternya menduga Andra mengalami komplikasi virus campak.

" Gejala awal seperti campak. Tapi sepertinya terjadi komplikasi virus terus menyebar hingga ke otak. Kasus seperti ini jarang terjadi bisa dibilang 1:200 yang mengalaminya," tutur dr. Glen yang bertugas di RSUD Cenderawasih kepada wartawan, Kamis 12 November 2015.

Saat proses evakuasi Andra diakui Glen mengalami kendala dari segi transportasi. Akses tercepat dari tempat Andra, Dobo menuju Maluku harus ditempuh dengan pesawat selama 3,5 jam. Itupun dengan jadwal penerbangan yang tak menentu.

" Kemarin kami berencana akan mentransfernya ke Tual untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Tapi kondisinya semakin memburuk dan tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan dengan transportasi laut, harus melalui udara. Dan ada kendala dalam hal itu," tutur dr. Glen.

Ungkapan kesedihan saat Andra masih dalam kritis sempat dilontarkan Bambang Budiono selaku dokter senior di RS Awal Bros Makassar yang menuliskan di akun facebooknya.

" Ada seorang dokter yang sedang internship di RSUD Dobo Maluku Tenggara, Kepulauan Aru. Dalam keadaan febris, penurunan kesadaran, trombosit sudah 50 ribu. Namun ada kendala dalam hal biaya untuk evakuasinya. Selain itu juga mengenai pesawat yang akan menjemput ke sana. Kasihan sekali dokter yang sedang internship tersebut. Kondisinya mulai menurun. Kira-kira Kemenkes atau IDI bisa bantukah?" tulis Bambang.

Andra adalah satu dari 17 dokter muda lainnya yang tengah menjalani program internship di Kepulauan Aru selama 1 tahun. Rencananya Andra beserta beberapa rekannya akan mulai bertugas di RSUD Cenderawasih pada 12 November 2015 setelah sebelumnya ditugaskan di puskesmas daerah selama 5 bulan.

 

 

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian