6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto: Youtube Screenshot/EHANG)
Dream - Drone berpenumpang pertama di dunia telah melakukan penerbangan publik pertamanya di Kota Lianyungang, China.
Ehang 184 yang bertenaga listrik itu hanya membutuhkan penumpang untuk " mengikat" diri di kabin kecil, mengatur jalan penerbangan mereka dan menekan sebuah tombol. Sistem penerbangan otomatis melakukan sisanya.
Pada tanggal 6 Februari, perusahaan yang berbasis di Guangzhou yang mengkhususkan diri pada teknologi kendaraan udara cerdas mengumumkan bahwa mereka telah mencapai serangkaian tes penerbangan berawak yang membawa satu dua penumpang.
Sekitar 40 " penumpang" yang termasuk Walikota Guangzhou, Founder dan CEO Ehang, Huazhi Hu serta pejabat lainnya, ditampilkan dalam video uji terbang yang dipublikasikan di Youtube.
Drone itu bisa membawa penumpang tunggal yang beratnya mencapai 100 kg pada penerbangan 23 menit di atas permukaan laut dengan kecepatan 100 kmh dan disebut-sebut dapat terbang melalui kabut dan menghadapi 7 kondisi topan.
Penerbangan uji coba jarak jauh juga dilakukan pada kecepatan 130 kmh sepanjang 8,8 km.
Tes tersebut melibatkan 150 insinyur teknis, lebih dari 1.000 hari penelitian dan pengembangan serta lebih dari 1.000 tes penerbangan.
Ehang 184 pertama kali ditunjukkan ke dunia di Consumer Electronics Show 2016 di Las Vegas. Sistem ini dilengkapi dengan multi rotor dengan delapan baling-baling yang memungkinkannya mendarat dengan aman walaupun beberapa sistem gagal.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Hu mengatakan bahwa dia yakin Ehang 184 akan menjadi sarana transportasi yang aman dan benar-benar dapat digunakan orang di masa yang akan datang.
Namun, untuk memiliki sebuah Ehang 184 tidaklah murah. Drone berpenumpang ini akan dihargai sekitar $200.000 hingga $300.000.
(Sumber: travelandleisure.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
