Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Anak Stres
Dream - Berteriak, memaki, mempermalukan dan kekerasan verbal lainnya jadi hal yang sangat menakutkan bagi anak. Orang dewasa saja, jika menghadapi hinaan atau makian pasti akan sangat kecewa. Bagitu juga anak-anak, bahkan efeknya jauh lebih traumatis.
Anak yang terus-menerus mendapat kekerasan verbal, pastinya akan mengalami masalah dalam sisi psikologisnya. Hal ini akan berdampak juga pada kondisi fisik serta kognitifnya. Simak efek-efek buruk yang mungkin muncul pada anak yang sering mendapat kekerasan verbal.
1. Fisik yang bermasalah
Stres dan depresi berkelanjutan akibat kekerasan verbal akan berdampak pada kondisi fisik. Misalnya, anak bisa jadi cenderung banyak makan untuk menghilangkan stres atau malah tak nafsu makan. Kondisi ini akan mempengaruhi fisik anak, petumbuhan jadi terhambat dan jadi mudah sekali terkena penyakit.
2. Kepercayaan diri yang rendah
Dengan penghinaan atau makian yang terus didengarkannya, tentu saja anak akan merasa rendah diri. Apalagi jika ia tak pernah mendapat pujian sama sekali. Hampir dipastikan kepercayaan dirinya berada dalam level yang sangat rendah.
3. Tak punya motivasi hidup
Korban dari kekerasan verbal yang terus-menerus cenderung tak mampu untuk melihat hal positif. Hal ini pun berdampak buruk pada motivasi hidupnya.
4. Berisiko tinggi antisosial
Efek yang terburuk adalah bahwa anak-anak yang dilecehkan secara verbal, tumbuh menjadi seorang dewasa dengan pribadi yang antisosial. Mereka juga berisiko tinggi melakukan kejahatan. Beberapa penelitian mengungkap, penjahat sadis dan kriminal memiliki sejarah masa kecil yang kelam berupa kekerasan verbal dan fisik.
Sumber: Momjunction
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya