Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagian besar pria menginginkan ereksi lebih lama. Tentu saja demi memuaskan diri dan pasangannya. Bagaimana jika kondisi ereksi malah terlalu lama hingga berjam-jam? Tentunya sangat tidak nyaman dan menyakitkan.
Hal tersebut dikenal dengan istilah priapismus. Dikutip dari KlikDokter.com, priapismus merupakan ereksi penis yang terus menerus dan berkepanjangan hingga beberapa jam setelahnya.
Hasrat seksual tersebut tidak dipicu oleh rangsangan seksual tertentu. Masalah ini sering menyerang pria berusia 30-an, punya kondisi kesehatan tertentu, atau konsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol.
Pada penderita priapismus, darah yang mengisi penis agar terjadi ereksi tak bisa mengalir keluar. Hal ini akan menimbulkan nyeri hebat pada pria. Ereksi berkelanjutan tersebut bisa merusak penis serta menyebabkan disfungsi ereksi yang permanen.
Priapismus harus ditangani segera dan tepat guna mencegah kerusakan jaringan. Jika kerusakan telanjur terjadi, masalah ini bisa menyebabkan ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi.
© Dream
1. Kelainan Darah
Penyakit terkait kelainan darah mungkin berkontribusi pada terjadinya priapismus, biasanya jenis priapismus iskemik. Yakni, priapismus yang terjadi akibat terjebaknya darah di organ penis seusai ereksi. Kelainan darah tersebut, meliputi anemia sel sabit, leukemia atau masalah kelainan darah lain.
2. Akibat Pengobatan
Jenis pengobatan tertentu juga dapat menyebabkan priapismus iskemik. Sejumlah pengobatan yang dimaksud antara lain obat yang disuntik langsung ke area penis untuk mengatasi disfungsi ereksi, misalnya alprostadil, phentolamine, papaverine, dan lainnya.
Konsumsi obat antidepresan, alpha blocker, dan obat untuk masalah kecemasan. Bisa juga karena konsumsi obat pengencer darah atau obat hormon.
3. Cedera
Cedera atau trauma juga bisa menyebabkan priapismus tipe noniskemik. Yaitu, saat aliran darah di area penis tak terkendali. Beberapa contoh trauma penyebab priapismus noniskemik adalah cedera di penis, panggul, serta daerah antara pangkal penis dan anus.
Bila ereksi terjadi lebih dari 4 jam, jangan tunda untuk mendatangi fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat. Penjelasan selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream - Masalah kesuburan bukan hanya dialami oleh kaum perempuan. Para pria juga bisa mengalaminya. Salah satu masalah yang kerap mengundang rasa penasaran dan pertanyaan adalah soal kondisi sperma yang encer.
Seperti salah satu pertanyaan dalam program konsultasi kesuburan #DreamTestPack. Pertanyaan tersebut berisi seputar kondisi sperma pasangan yang dirasa encer dan dianggap bisa menghambat kehamilan.
Dokter Upik Anggraheni P. SpOG, Konsultan Fertilitas dari RS Pondok Indah IVF Center memberikan penjelasan. Menurutnya, dalam istilah medis tak ada ada sperma encer. Kualitas sperma hanya bisa diketahui dari pemeriksaan analisa sperma di laboratorium
" Sperma encer itu adalah bahasa awam, mungkin didefinisikan sebagai sperma yang jumlahnya kurang atau pergerakannya kurang atau bentuk normalnya kurang. Sperma encernya harus diketahui secara pasti lebih dahulu maksudnya apa. Apakah jumlahnya, pergerakannya atau bentuknya, semua itu hanya bisa dilihat dengan analisa sperma," ujar dr. Upik.
© Dream
Pada pasangan yang sedang menantikan buah hati dan ingin menjalani program hamil, penting untuk melakukan pemeriksaan kesuburan. Pemeriksaan ini salah satunya adalah analisa sperma. Calon ayah diminta untuk mengeluarkan sperma yang bakal dianalisa jumlahnya, bentuk dan pergerakannya.
Hindari melakukan kesimpulan sendiri terkait kondisi sperma. Jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter spesialis kesuburan untuk mengetahuinya.
" Ada juga pasien yang selalu berpikir sperma suaminya konsistensinya tidak kental sehingga dikatakan encer padahal itu tidak membuktikan kesehatan sperma secara objektif. Dari analisis sperma, akan didapatkan jumlah, bentuk dan pergerakannya. Setelah itu dokter akan mengevaluasi masalahnya," ungkap dr. Upik
© Dream
View this post on Instagram
Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya