Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
FIM (Dream.co.id/Annisa Mutiara Asharini)
Dream - Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia menjadi ujung tombak untuk menarik minat wisatawan asing. Tak ada yang dapat menolak kultur Tanah Air yang eksotis.
Terbukti dengan adanya pertumbuhan turis mancanegara dari Eropa ke Indonesia dalam satu tahun terakhir, terutama dari kawasan Rusia. Hal ini tak lepas dari ajang tahunan Festival Indonesia Moskow (FIM).
" FIM ini peminatnya sangat besar. Tahun lalu kita tembus 135 ribu pengunjung dari target 120 ribu. Sebagian besarnya masuk ke Indonesia karena ada 13,45 persen growth kunjungan wisatawan Eropa ke Indonesia, khususnya Rusia," papar Direktur Marketing Eropa Area Kementerian Pariwisata Indonesia, Agustini Rahayu, di konferensi pers Ferry Sunarto, Jakarta, Rabu 3 Mei 2019.

Acara yang telah berlangsung selama tiga tahun itu merupakan festival Indonesia terbesar di Moskow. FMI menghadirkan ragam budaya Indonesia yang mencakup fashion, kuliner, seni rupa dan pertunjukan.
Produk budaya tersebut rupanya sangat diminati pengunjung. Duta Besar RI untuk Moskow, Wahid Supriyadi menyebutkan profit FIM pada tahun lalu mencapai US$2,3 juta, setara Rp32,5 miliar.
" Produk fashion kita sangat diminati, mulai dari batik, jumputan, tenun dan aneka kain nusantara. Pertunjukan seni seperti kolintang, gamelan, tari tradisional, batik workshop dan wayang merupakan atraksi yang tidak pernah terpantau sepi di FIM," ujar Wahid.

Bertempat di Krasnaga Presnya Park pada 2-4 Agustus 2019 mendatang, festival ini akan diramaikan dengan berbagai booth kuliner, seni dan budaya dari 8 provinsi Indonesia.
" Tahun ini Yogyakarta sangat luar biasa, mereka menempati booth seluas 200 meter persegi, dua kali lebih besar dari DKI Jakarta. Nantinya akan memamerkan aneka kerajinan furnitur," ujarnya.
Selain itu, desainer Ferry Sunarto juga akan menghadirkan 30 koleksi kebaya dari kain Sulawesi Tenggara di gelaran fashion show pada 4 Agustus mendatang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya