Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Ilustrasi Orang Finlandia (Shutterstock.com)
Dream - Basa basi atau obrolan ringan kerap kita jumpai di banyak tempat. Aktivitas ini sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia.
Tetapi, jika kamu sedang berkunjung ke Finlandia, jangan harap menemukan orang berbincang hal remeh. Meskipun itu di ruang publik yang bebas dan terbuka.
Ya, masyarakat Finlandia memang terkenal dengan karakter pendiam. Mereka irit bicara, terutama untuk hal-hal yang sifatnya remeh temeh.
Dikutip dari BBC , diam dan sedikit bicara sudah menjadi budaya bagi masyarakat Finlandia. Orang-orang Finlandia lebih suka menghindari obrolan-obrolan ringan, namun bukan berarti tidak ramah, lho.
© Finlandia
Obrolan basa basi di luar teman dekat sangat jarang bisa ditemukan di Finlandia. Bahkan saat di kafe, orang Finlandia hanya bicara soal menu pesanan dan tidak lebih dari itu. Bisa dibayangkan begitu senyapnya suasana kafe di sana.
Finlandia dikenal dengan saunanya yang menyenangkan. Di sanalah baru bisa ditemukan banyak orang Finlandia asyik mengobrol satu dengan yang lain.
Tetapi, ketika orang-orang keluar dari sauna, suasana kembali sepi. Orang-orang akan banyak diam.
Tiina Latvala, mantan guru Bahasa Inggris di Sodankyla, Lapland, mengatakan dia harus pula mengajarkan para siswa mengenai obrolan ringan di tempat umum. Bahkan bila perlu, mempraktikannya.
Dia meminta siswa yang diajarnya untuk ngobrol di bus atau di taman. Tujuannya agar interaksi sosial di antara mereka bisa hidup.
Salah satu siswa yang pernah diajar Tiina, Alina Jefremoff, 18 tahun, membenarkan hal itu. Dia pun merasa beruntung bisa belajar gaya berkomunikasi negara lain melalui siaran televisi dan film.
© Finlandia
Dari segi budaya, orang Finlandia tidak pernah menganggap sikap diam mereka sebagai hal yang negatif.
Menurut Laura Kolbe, seorang profesor yang mengajar sejarah Eropa di Universitas Helsinki, setiap budaya yang berbeda akan cenderung menghakimi budaya lain. Contohnya seperti stereotip orang Finlandia yang diam.
Finlandia memiliki dua Bahasa nasional, Bahasa Finlandia dan Bahasa Swedia. Bahasa Inggris juga sudah diajarkan kepada kepada sejak usia 6-7 tahun.
Jadi, menurut Laura, orang Finlandia lebih suka diam bukan karena tidak bisa menguasai Bahasa asing. Tetapi lebih kepada budaya mereka yang tidak ingin membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Hal ini juga didukung temuan Dr Anna Vatanen dalam hasil penelitian berjudul, ‘Lapses in Interaction and the Stereotype of the Silent Finn’. Menurut Vatanen, orang Finlandia lebih nyaman dengan diam dan itu adalah cara mereka berkomunikasi.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah