Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keindahan Bawah Laut Derawan (Foto: Facebook/Kemenpar)
Dream - Keputusan Bank Indonesia menampilkan gambar Kepulauan Derawan pada uang pecahan Rp20 ribu memberi berkah bagi Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kepulauan Derawan terus diserbu wisatawan lokal maupun mancanegara sejak gambarnya " mejeng" di Rupiah edisi 2016.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Mappasikra Mappaseleng mengatakan, destinasi wisata bahari Derawan makin kondang. Menurut Mappasikra, tingkat kunjungan wisatawan, terutama pada hari libur terus menunjukkan peningkatan.
Karena itu, pihaknya mengapresiasi Bank Indonesia yang telah memasukkan Derawan sebagai ilustrasi uang pecahan Rp20 ribu. " Munculnya Derawan di lembaran uang Rupiah ini berperan mendorong pariwisata Berau," terang Mappasikra dikutip dari keterangan pers tertulis, Selasa 6 Juni 2017.
Klaim Mappasikra sudah ada buktinya. Sebanyak 50 wisatawan asal Tiongkok, Jepang, Prancis, dan Hong Kong menjelajahi keindahan destinasi wisata di Derawan selama sepekan sejak 22 Mei lalu. Mereka mengikuti trip ke pulau-pulau di Derawan menggunakan kapal pesiar White Manta.
Sampai akhir Agustus nanti juga ada trip menggunakan kapal pesiar setiap sepuluh hari. Di sisi lain, Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan, pihaknya memiliki banyak alasan mencantumkan Derawan sebagai ilustrasi dalam pecahan uang Rp 20 ribu.
Menurut Rosmaya, BI menyadari bahwa saat ini sangat susah menggantungkan perekonomian melalui eksploitasi sumber daya alam (SDA). Karena itu, pariwisata harus digenjot untuk mendongkrak perekonomian daerah maupun nasional.
" Kita tidak boleh terpaku pada pertambangan. Kita punya objek-objek wisata yang hebat sekali seperti Pulau Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki," ujar Rosmaya.
Potensi wisata itu, sambung Rosmaya, berpeluang menjadi penyumbang utama untuk Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau dan Kaltim. Syaratnya, semua pihak harus bahu-membahu mengelola potensi wisata itu dengan maksimal.
" Selama ini, PDRB wilayah Kaltim, termasuk Berau mayoritas dari sektor pertambangan. Saat harga batu bara anjlok, dampaknya seperti yang kita rasakan sekarang," ucapnya.
Di sisi lain, Rosmaya meminta Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim terus membenahi infastaruktur pariwisata. " Supaya (wisatawan) mudah datang, aksesibilitas perlu diperbaiki. Bandara dan pelabuhan di Maratua adalah sinyal untuk mengundang wisatawan," kata Rosmaya.
Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Derawan adalah destinasi wisata bahari yang menawan di Kaltim. Untuk mengembangkan destinasi, perlu rumus 3A, Atraksi, Akses, Amenitas. " Derawan itu punya atraksi hebat, tetapi akses menuju ke sana masih sangat terbatas. Amenitasnya juga terbatas," kata Arief Yahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya