Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Sumber Foto: Shutterstock)
Dream - Apa yang terlintas di pikiranmu saat pertama kali mendengar istilah decacorn? Kebanyakan mungkin akan bingung dan tak memahami istilah yang erat kaitannya dengan dunia startup.
Berbeda dengan unicorn yang diberikan pada startup dengan nilai di atas USD1 miliar, maka decacorn memiliki valuasi 10 kali lipat dibandingkan unicorn, tepatnya di atas USD10 miliar.
Enggak heran jika istilah ini kemudian dijadikan standar emas terbaru untuk menilai kesuksesan startup. Walau mungkin belum menghasilkan laba bersih, tapi pendapatan yang didapat dan model bisnisnya yang menguntungkan menjadi daya tarik para investor untuk menyuntikkan dana ke startup.
Dari 300 unicorn di seluruh dunia, baru ada 20 perusahaan teknologi yang mampu menembus level decacorn, salah satunya Grab. Berkat investasi sebesar USD6 miliar, startup yang dirintis pertama kali di Malaysia ini berhasil mengumpulkan valuasi USD11 miliar.
Hal ini menjadikan Grab sebagai decacorn pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
Pencapaian yang didapat di akhir tahun 2018 ini menjadi awal yang baik di tahun 2019 sekaligus mendukung Grab sebagai Everyday SuperApp terkemuka di Asia Tenggara.
Selain menawarkan solusi sehari-hari dengan layanan transportasi seperti ridehailing, juga pengiriman barang dan makanan yang terjamin aman, pembayaran mobile yang mudah, dan hiburan digital.
Level decacorn yang diraih oleh Grab ini pun menunjukkan keunggulannya, yaitu memberikan layanan berkualitas terbaik, paling terjangkau, dan efisien dalam waktu. Namun, tingkat decacorn bukan akhir dari kerja keras Grab. Startup ini masih terus menjunjung tinggi komitmen untuk memberikan hidup yang lebih baik bagi semua orang di Asia Tenggara.
Setelah mengakuisisi Uber di tahun 2018, Grab terus menjalin kerjasama untuk mewujudkan diri sebagai Super App. Mulai dari mengubah GrabPay menjadi OVO Cash sebagai pilihan pembayaran, bekerjasama dengan Tokopedia, hingga menghadirkan layanan video digital bersama HOOQ.
Selain melakukan inovasi teknologi, Grab pun terus bersiap memperluas jaringannya yang kini telah beroperasi di 8 negara dan 336 kota di Asia Tenggara. Bukan hanya itu saja, manajemen Grab pun memasang target untuk meningkatkan pendapatannya dari USD1 miliar di tahun 2018 tumbuh menjadi dua kali lipat.
Diharapkan, gelar decacorn yang diraih oleh Grab akan menjadi awal yang baru bagi Grab untuk menghadirkan layanan-layanan baru.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia