Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menjalani program kehamilan memang membutuhkan komitmen jangka panjang. Bukan hanya menyiapkan kondisi fisik tapi juga mental. Hal yang juga sangat penting dilakukan adalah kekompakan suami istri.
Faktanya, untuk bisa hamil hanya membutuhkan waktu antara 12 hingga 16 hari. Kehamilan bukan dihitung setelah berhubungan intim. Pasalnya, butuh waktu enam hari untuk sel sperma membuahi sel telur lalu menjadi sebuah embrio.
Lalu dibutuhkan waktu 10 hari untuk embrio tersebut menempel di rahim. Baru bisa dikatakan hamil jika hormon-hormon kehamilan mulai diproduksi oleh tubuh karena implantasi. Sehingga total waktu dibutuhkan 12 hingga 16 hari untuk bisa hamil.
Tetapi hal ini tak terjadi pada setiap orang, karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu yang paling berpengaruh adalah usia.
" Untuk perempuan usia 20 hingga 30an biasanya tak butuh waktu lama untuk bisa hamil, tapi mereka yang berusia akhir 30 atau memasuki 40 memang cenderung lebih sulit. Pasalnya sel telur yang berkualitas jumlahnya sudah semakin menurun seiiring bertambahnya usia," kata Heather Bartos M.D., seorang dokter kandungan di Texas Health Presbyterian Hospital Denton.
Faktor lain yang juga sangat berpengaruh adalah penggunaan alat kontrasepsi. Setelah dicopot atau tak lagi digunakan biasanya ibu akan kembali haid. Baru kemudian kehamilan bisa berhasil.
© Dream
Ada juga yang butuh waktu beberapa bulan setelah tak lagi pakai kontrasepsi. Kebiasaan merokok juga sangat berpengaruh terhadap kesuburan dan kehamilan
" Jika dibandingkan anatara perempuan yang merokok dan tidak merokok, mereka yang merokok risiko mengalami ketidaksuburannya mencapai 14 persen. Hal ini karena zat pada rokok bisa merusak struktur DNA sel telur," ujar dr. Bartos.
Berat badan juga harus dikontrol agar kehamilan bisa terjadi. Pasalnya jika kelebihan berat badan, Menjadi kelebihan hormon estrogen akan berlebihan dan mempengaruhi proses pematangan sel telur.
Jadi, meskipun hanya butuh waktu belasan hari untuk bisa hamil, faktor-faktor tersebut juga sangat mempengaruhi. Sehingga, pada beberapa kasus dibutuhkan waktu lebih lama bahkan harus dilakukan intervensi medis baik obat-obatan, terapi atau bahkan operasi.
Sumber: Parents
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya