Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Haram Mencium Bibir Bayi, Bisa Menularkan Herpes

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 1 Desember 2017 12:30
Haram Mencium Bibir Bayi, Bisa Menularkan Herpes
Jangan biarkan sembarang orang mencium bibir si kecil, bisa fatal akibatnya!

Dream - Melihat bayi menggemaskan memang rasanya ingin memeluk dan menciuminya. Sebagai ibu yang memiliki bayi, Anda harus waspada jika ada kerabat atau tamu yang suka sembarangan menciumi si kecil terutama di area bibirnya.

Jangan segan untuk menegur atau langsung menarik bayi. Pasalnya, dari ciuman tersebut, bayi bisa dengan mudah tertular virus herpes. Seperti kasus yang terjadi Ostiano, seorang bayi asal
Meksiko. Christa Leandra Valdez, ibunda dari Ostiano menceritakan di akun Facebooknya kalau sang putra terkena penyakit Herptic Whitlow ( Herpes tipe 1).

" Awalnya muncul kemerahan di kaki. Saya membawanya ke lima dokter di 3 kota. Semua dokter mendiagnosa hal yang sama. Lama kelamaan ruam merah memutih, melepuh dan menjadi luka yang berair dan menghitam," tulis Valdez.

Para dokter mengatakan kalau penyakit Herpes tersebut akan semakin buruk, sebelum keadaan membaik. Salah satu dokter menjelaskan kalau virus tersebut ditularkan melalui ciuman di
bibir Ostiano.

" Ostiano menyentuh bibir dengan tangannya, lalu tangan menyentuh kaki yang mungkin terdapat luka kecil yang terbuka. Virus itu kemudian berkembang, dan ia mengalami demam.
Ostiano bisa mendapatkannya dari siapa pun. Jika aku tahu tahu ada orang mencium bibir anakku, aku mungkin akan menamparnya," ungkap Valdez.

Selama 3 minggu ada luka di jempol di kaki Ostiano. Awalnya memang berupa kemerahan, tapi lama kelamaan jadi beriar dan menghitam, lalu kulitnya mengelupas dan mengeluarkan darah.
Luka yang sangat mengerikan dialami oleh balita tersebut.

" Banyak orang tak tahu seberapa rapuhnya imunitas bayi. Kita sebagai orang dewasa pasti membawa virus, bakteri dan apapun yang menularinya. Jadi, tolong berpikir panjang sebelum
mencium bayi," Valdez memperingatkan.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More