7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Csimedia.net)
Dream - 'Go Digital Be The Best' yang diluncurkan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sejak Rakornas Oktober 2016 lalu terus bergulir. Seperti bola salju yang membesar, menggulung dan mempengaruhi apa saja yang ada di sekelilingnya.
Sampai-sampai Menteri Pariwisata Thailand, Kopkarn Wattanavrangkul minta sesi khusus belajar " go digital" nya Arief Yahya. Bahkan Sekjen UNWTO Taleb Rifai, " dewanya" pariwisata dunia, meminta Mantan Dirut PT Telkom itu untuk berbagi ilmu, berbagi solusi, menjadi narasumber di berbagai seminar pariwisata dunia.
Satu hal lagi, program 10 destinasi prioritas dan Go Digital yang juga sudah menggelinding itu rupanya terus menginspirasi banyak pihak. Salah satunya, Rennaldy Protono. Siswa kelas XI SMKN 1 Tanjungpandan, Bangka Belitung yang berinovasi menciptakan aplikasi Android " Wisata Belitung" .
Aplikasi Wisata Belitung ini rencananya akan diikutkan pada ajang pameran nasional tingkat SMK " Pameran Inovasi Produk SMK" di Solo, 14 Mei 2017 mendatang. Di Solo nanti, Rennaldy akan hadir mewakili Bangka Belitung.

(Foto: sultrakini.com)
" Tampilan aplikasi ini sederhana, terdapat empat content aplikasi seperti destinasi wisata, hotel, restoran dan travel. Aplikasi ini akan memudahkan wisatawan menuju objek wisata yang ada di Bangka Belitung. Semua dapat dilihat di aplikasi ini," kata remaja kelahiran 3 September 1999 itu, dikutip dari keterangan pers tertulis, Rabu 3 Mei 2017.
Pada aplikasi Android pertama yang dibuatnya ini, Rennaldy memilih monumen perjuangan Tugu Lima Pahlawan yang berada di pusat kota Tanjungpandan sebagai ikon aplikasi Wisata Belitung.
Remaja yang berpengalaman membuat sistem aplikasi penerimaan siswa baru dan perpustakaan SMKN 1 Tanjungpandan itu optimistis karyanya ini akan bermanfaat bagi industri pariwisata. Apalagi, Tanjung Kelayang yang ada di Bangka Belitung sudah menjadi destinasi wisata prioritas dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.
" Aplikasi ini masih terus dikembangkan atau disempurnakan. Saya yakin ini akan bermanfaat bagi wisatawan yang datang ke Bangka Belitung," pungkas Rennaldy.
Menteri Pariwisata Arief Yahya senang dengan aksi nyata yang telah dilakukan Rennaldy tersebut. Menurutnya, mendigitalkan pariwisata sudah merupakan suatu keharusan.
" Gaya hidup wisatawan berubah. Mulai dari mencari dan melihat-lihat informasi (look), kemudian memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online (pay), semua sudah via digital. Jangan lupa, 70% wisman melakukan search and share menggunakan media digital," kata Menpar Arief Yahya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?