JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
(Foto: Deadline News)
Dream - Musim dingin di beberapa negara disertai dengan badai besar, temasuk Kepulauan Shetland di Inggris. Kepulauan yang juga merupakan wilayah Skotlandia itu baru-baru saja diterpa oleh Badai Caroline.
Nahas, badai tersebut tak hanya mengancam manusia. Seekor anak paus Orca ditemukan mati di tepi pantai setelah terlempar sejauh 25 meter dari laut. Paus ini mati terdampar di padang rumput dataran Shetland.

(Foto: DEADLINE NEWS)
Paus dengan besar tiga meter ini diduga mengalami dehidrasi akibat terdampar sekian lama. Kematian juga bisa disebabkan akibat berat tubuhnya yang tak kuat menahan benturan ke daratan. Warga sekitar merupakan orang pertama yang menemukan paus malang ini.
Pihak Suaka Margasatwa Hillswick menyebutkan bahwa paus yang masih berusia sekitar tiga tahun ini terpisah dari kawanannya akibat cuaca buruk di tengah badai.

(Foto: DEADLINE NEWS)
Setelah ditemukan oleh warga sekitar, paus malang ini sudah dalam penanganan otopsi dari pihak Scottish Marine Animal Strandings Scheme (SMAS).
" Sangat menyedihkan. Paus ini sudah seminggu terdampar di padang rumput sebelum ia mati. Padahal kondisi tubuhnya masih dalam keadaan yang sangat baik," tutur perwakilan dari Suaka Margasatwa Hillswick seperti dilansir dari The Sun.

(Foto: DEADLINE NEWS)
Kematian bayi paus tersebut dianggap tragis lantaran minimnya populasi paus Orca jantan di daerah tersebut. Dengan sedikitnya jumlah pejantan, populasi paus karnivora tersebut dipastikan akan terus menurun.

(Foto: DEADLINE NEWS)
(Sumber: thesun.co.uk/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
