6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Pesawat Jin Air (Foto: Facebook/Kementerian Pariwisata)
Dream - One on one meeting Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dengan Lee Kuang, Vice President Jin Air, Juni 2016 silam berbuah manis. Maskapai penerbangan berbiaya murah asal Korea Selatan, Jin Air, dipastikan siap menerbangkan pesawat berbadan lebar Boeing 777 ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Goalnya meyakinkan. Jin Air akan menjadi pendongkrak jumlah wisman Korea ke destinasi yang sedang dipersiapkan menjadi " 10 Bali Baru" itu.
" Saya sudah dapat resmi dari Chairman Korean Air, bahwa anak perusahaannya Jin Air sudah siap menerbangkan Boeing 777 ke Lombok," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, dikutip dari keterangan pers tertulis Kamis, 13 April 2017.
Lantas apa yang membuat Jin Air mau terbang ke Lombok? Mengapa juga maskapai Low Cost Carrier (LCC) itu mau bersusah payah menjelajah terbang ke destinasi selain Bali?
Soal ini, Menpar Arief Yahya sebetulnya sudah mendapatkan gambarannya pada one on one meeting dengan Vice President Jin Air, Lee Kuang, Juni 2016 silam. Pertama, Jin Air yang merupakan LCC anak perusahaan Korean Air melihat ada peluang pasar yang sangat besar di Lombok. Potensinya diyakini tak kalah dengan rute ke Macau, Guam, Bangkok, Honolulu, Hawaii, Phuket, Kinabalu, Laos, dan Filipina, yang sudah lebih dulu dijelajahi Jin Air.

Yang kedua, pesona wisata Lombok tak pernah berhenti berdetak. Namanya kian ngehits di telinga traveler dunia lantaran kesuksesannya menyambar 2 gelar juara dunia di World Halal Tourism Award (WHTA) 2015 dan 3 gelar juara dunia WHTA 2016.
Poin yang ketiga, kawasan Lombok sedang dipersiapkan menjadi " 10 Bali Baru" . Dari mulai bahari, heritage, religi, homestay, hotel, bandara, semua dibangun dan di-upgrade dengan standard global.
Namun, keinginan tadi dihadapkan pada persoalan sulitnya mendapatkan izin untuk mendarat ke Lombok.
Selain itu, promosi untuk menjual paket wisata dengan tujuan Lombok Indonesia tak bisa dilakukan Jin Air sendirian. Yang diinginkan Jin Air pada 2016 silam, izin slot terbang ke Lombok bisa diurus dengan cepat. Satunya lagi, Jin Air melakukan joint promotion dengan Kementerian Pariwisata untuk menjual paket wisata dengan tujuan Lombok Indonesia.
Menpar Arief Yahya pun menyanggupi dua hal itu. Percepat pengurusan izin mendarat dan beroperasi di Indonesia secara intensif dibantu Menpar dengan kementerian dan lembaga terkait. Begitu juga bersama-sama mempromosikan paket terbang ke Indonesia.
Soal air connectivity, Menpar memang tak ingin main-main. Item ini menjadi salah satu program prioritas yang sedang digeber Kemenpar di 2017. Dari rumus 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas, red), yang kerap dilontarkan Menpar Arief Yahya, persoalan akses masuk berada dalam barisan yang sangat krusial.
" Soal Atraksi saya yakin potensi Indonesia dan di semua daerah itu bagus. Culture, nature dan man made-nya bisa diandalkan. Tetapi soal akses, itu tidak bisa diabaikan. Sebaik, seindah, sesempurna apa pun, kalau tidak ada 'jembatan masuk', terus mau lewat mana wisman itu datang," katanya.
Karenanya, niatan Jin Air tadi langsung memberi angin segar bagi masa depan pariwisata Indonesia. Ada optimisme baru yang terbangun. Apalagi, saat ini runway Bandara International Lombok sudah bagus. Sudah bisa didarati pesawat langsung dari negaranya. Terminalnya juga sudah bagus. " Slotnya juga masih terbuka," tutur Menpar Arief.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya