Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Para ilmuwan dan teknokrat terus berinovasi untuk mempercepat proses deteksi dini orang yang mungkin terinfensi virus corona. Dengan metode yang lebih sederhana dan bisa dilakukan mandiri, para ilmuwan tengah mengembangkan sebuah sistem deteksi Covid-19 melalui smartphone atau gadgdet lainnya.
Dalam bayangan para ilmuwan, smartphone dan gadget itu nantinya akan mendeteksi ada tidaknya virus di tubuh seseorang dengan hanya menghembuskan napas atau bersin di depan perangkat mereka.
Perangkat itu nantinya akan dilengkapi sensor yang akan memberitahu penggunaannya apabila dirinya terinfeksi virus corona atau tidak. Bahkan diklaim hasil deteksi menggunakan teknologi ini bisa diketahui hanya dalam waktu 60 detik.
Awalnya pengembangan teknologi ini bertujuan untuk memerangi virus Zika yang ditularkan oleh nyamuk. Virus tersebut pernah memicu keadaaan darurat kesehatan global pada tahun 2016 dan dikaitkan dengan cacat lahir.
" Gagasan utamanya adalah memungkinkan seseorang untuk memiliki gadget mereka sendiri guna mendeteksi Zika di tempat-tempat yang mereka kunjungi," jelas Pemimpin proyek, Prof Massood Tabib-Azar, seorang insinyur di Universitas Utah di Amerika Serikat.
Prof Massood mengatakan rencananya memprogram sensor perangkat ini untuk mengidentifikasi virus corona sebagai pengganti virus Zika.
" Jika seseorang bernafas, batuk, bersin atau menghembuskan nafas pada sensor, alat akan mengetahui apakah pengguna menderita Covid-19 atau tidak," jelasnya.
Harapannya aplikasi atau sensor perangkat deteksi virus corona tersebut dapat tersedia dalam waktu 3 bulan kedepan.
Pengguna bisa memasang sensor ke port pengisian daya ponsel, sebelum menempatkan air liur ke atasnya dan menunggu sensor berubah warna jika seseorang terinfeksi virus mematikan.
Diharapkan aplikasi ini tersedia dalam kurun waktu tiga bulan dengan harga £45 (Rp 730 ribu)
(Sah, Sumber: Dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya