Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Desa Wisata Religi Bubohu, Gorontalo (Foto: Matakameraku.files.wordpress.com)
Dream - Indonesia kaya akan potensi wisata religi. Banyak destinasi wisata di nusantara, dari Sabang hingga Merauke, yang menawarkan keindahan berbalut nuansa Islami.
Salah satu contohnya, yang mungkin belum banyak diketahui orang adalah Desa Wisata Bubohu, Bongo, Kecamatan Batuda'a Pantai, Kabupaten Gorontalo. Desa ini bisa ditempuh sekitar 25 menit berkendara dari pusat Kota Gorontalo.
Di desa wisata ini Anda akan disambut suasana alam yang asri dibalut ragam tradisi unik dan kebersahajaan penduduk yang masih menjaga nilai-nilai keislaman.
Tak hanya keindahan alam seperti kebanyakan destinasi wisata di Indonesia, Bubohu memiliki banyak destinasi bernuansa religi. Sebut saja pesantren alam yang dikelilingi pepohonan rimbun serta dua kolam renang berbentuk unik. Kolam-kolam tersebut dinamakan Kolam Santri dan Kolam Asmaul Husna. Keduanya bisa diakses oleh siapapun secara gratis.
Anda dapat pula mengunjungi Museum Fosil Kayu yang menyimpan ratusan fosil kayu yang ditata serupa karya seni instalasi.
Namun satu yang paling tak boleh dilewatkan dari desa ini adalah Masjid Walima Emas. Masjid ini cukup fenomenal di Gorontalo. Berdiri sendirian di atas bukit berketinggian sekitar 250 kaki di atas permukaan laut.
Dari masjid ini pengunjung dapat menyaksikan pemandangan menakjubkan berupa hamparan luas samudra dan jejeran perbukitan.
Masjid ini tak berukuran terlalu besar, hanya 10 x 10 meter persegi. Dibangun dua lantai, majid ini membersikan sensasi beratapkan langit di lantai keduanya.
Di sisi tangga masjid terdapat kalender Hijriah yang diklaim terbesar di dunia. Kalender ini berbentuk jejeran balok semen berukuran besar yang bertuliskan nama bulan dalam sistem penanggalan Islam.
Hal lain yang tak kalah menarik, beberapa sumber menyebutkan bahwa saat ini di Desa Wisata Bubohu juga akan dibangun masjid bawah laut pertama di dunia. Rencana pembangunan masjid tersebut telah disepakati oleh pihak pemrakarsa serta pemerintah setempat, dan prosesnya akan segera dilaksanakan.
Nah, kita tunggu saja kehadiran masjid bawah laut pertama dunia di Desa Wisata Bubohu.
(Berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya