Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Grand Opening Vinski Tower The Empire Medical Tourism (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Penanganan kesehatan menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu negara. Sehingga penting untuk terus mengembangkan ilmu-ilmu kesehatan yang dibarengi dengan fasilitas memadai.
Mewujudkan hal itu, pelopor ilmu kedokteran anti-aging Indonesia yang sekaligus Presiden Badan Anti Aging Dunia, Deby Vinski merasa terpanggil untuk menyumbangkan baktinya. Sebagai langkah konkret, Deby meresmikan program The Empire Medical Tourism.
" Kalau tidak segera kita canangkan kita akan terus kehilangan 110 triliun devisa negara karena orang-orang Indonesia masih akan terus ke luar negeri untuk perawatan kesehatan," ungkap Deby di gedung Vinski Tower, Jakarta Selatan pada Rabu, 9 November 2016.
Tak sekadar menyangkut devisa dan ketersediaan tenaga kerja baru, namun Deby juga melihat potensi yang jauh lebih besar. Terutama sebagai senjata Indonesia dalam mempromosikan diri di mata internasional sebagai kiblat perkembangan dan pelayanan kesehatan. Khususnya, di bidang ilmu kedokteran anti-aging.
Meskipun saat ini, ketersediaan para dokter ahli anti-aging masih kalah dibandingkan 76 negara anggota lainnya, namun Deby tetap optimis. Pasalnya, kondisi tersebut dapat menjadi pemantik agar para dokter ahli dari mancanegara datang ke Indonesia.
" Vinski Tower adalah klinik terbesar di dunia yang sudah menerima akreditasi anti-aging dunia. Ini kesempatan Indonesia untuk menduduki peringkat terpenting di bidang kesehatan yang lagi jadi primadona dan kita akan jadi pusat perhatian dunia," imbuhnya.
Ke depan, ia berharap para masyarakat dunia tak hanya datang ke Indonesia untuk berobat saja tapi berkembang menjadi pusat penelitian, dan tujuan wisata kesehatan.
" Dalam hal ini saya ingin berterimakasih pada Presiden yang telah menyetujui bebas visa kunjungan kepada lebih dari 100 negara jadi mereka bisa dipermudah datang ke sini," pungkas Deby.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya