Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Lobster Setelah Dimasak. (Foto: Shutterstock)
Dream - Siapa yang tak suka lobster? Dagingnya yang tebal dan gurih sangat disukai banyak orang.
Sejumlah daerah di Insonesia menjadi penghasil hewan laut ini. Aceh, Gresik, dan Cilacap, bahkan dianggap penghasil lobster terbaik di Indonesia.
Sebagai salah satu binatang laut, lobster tinggal di dalam lumpur atau di antara batu-batu karang.

Untuk bertahan hidup, lobster beradaptasi dengan cara menyamar. Karena itulah warna tubuh lobster berubah menyerupai lingkungannya. Padahal, sebagian besar tubuh lobster berwarna hijau kebiruan.
Tetapi, orang-orang lebih sering melihat warna lobster berubah jadi merah terang ketika sudah dimasak. Karena itu banyak yang bertanya-tanya soal transformasi warna tubuh lobster yang cukup unik ini.
Fenomena warna tubuh lobster yang berubah dari hijau kebiruan ke merah terang ketika dimasak sudah menjadi bahan penelitian sejak tahun 1870an.
Namun para ilmuwan belum juga mendapatkan jawabannya lebih dari seabad sebelum cabang ilmu biokimia mulai berkembang dan menjadi fokus penelitian.
Ternyata kemampuan kamuflase yang dimiliki lobster dihasilkan dari dua molekul yang terdiri dari protein bernama Crustacyanin dan pigmen Carotenoid yang disebut Astaxanthin.
Carotenoid adalah pigmen yang bisa menghasilkan warna merah, kuning, dan oranye, yang sangat terang.
Perlu diketahui bahwa lobster tidak bisa menghasilkan Astaxanthin sendiri. Sehingga mereka bergantung pada makanan yang dimakan.
" Sama seperti beta-karoten yang dimakan oleh burung flamingo," kata Anita Kim, asisten ilmuwan di New England Aquarium di Boston, Amerika Serikat.
Flamingo makan udang yang mengandung beta-karoten sehingga tubuhnya berubah menjadi merah muda.
Begitu pula dengan lobster. Ketika lobster makan Astaxanthin, maka akan diserap ke dalam tubuh mereka.
Namun, warna merah terang di dalam Astaxanthin yang diserap oleh tubuh lobster tidak begitu saja dilepaskan.
Lobster membutuhkan proses yang unik agar Astaxanthin bisa keluar dan mengubah warna tubuhnya dari hijau kebiruan menjadi merah terang.
Para peneliti menemukan bahwa protein Crustacyanin mengubah warna pigmen astaxanthin dengan cara melepas dan mengikatnya. Hal ini mengubah cara protein crustacyanin dalam memantulkan cahaya.
Proses yang cukup unik ini baru ditemukan oleh para peneliti pada tahun 2002. Sehingga misteri perubahan warna tubuh lobster jadi merah terang ketika dimasak masih tergolong baru terungkap.
" Ketika Astaxanthin dilepas, warnanya merah. Tetapi ketika terikat pada Crustacyanin, warnanya berubah menjadi biru," kata Michele Cianci, seorang ahli biokimia di Marche Polytechnic University di Italia, kepada LiveScience.
Cianci adalah salah satu dari peneliti yang menemukan proses unik tentang perubahan warna tubuh lobster pada tahun 2002.
Jadi, ketika lobster dimasak, entah itu direbus, dibakar, atau digoreng, maka Crustacyanin akan melepaskan Astaxanthin. Akibatnya warna lobster akan berubah menjadi merah terang.
Namun Cianci dan rekan-rekannya hanya bisa mengungkap perubahan warna itu dari segi ilmu biokimia. Mereka masih belum memahaminya dari segi ilmu fisika.
Beberapa kelompok penelitian menggunakan berbagai teknik untuk mengetahui bagaimana crustacyanin dan astaxanthin bekerja sama untuk memantulkan warna biru.
" Mengapa Astaxanthin berwarna biru ketika terikat pada Crustacyanin masih sedang kami selidiki," pungkas Cianci.
Sumber: LiveScience
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya