Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Rendang (Shutterstock)
Dream - Jangan heran jika Rendang menjadi kudapan utama yang membawa Indonesia dikenal dunia. Kelezatan rendang telah diakui dunia, bahkan telah dinobatkan sebagai makanan terenak nomor 1 di dunia versi CNN.
Selain rendang, Kementerian Pariwisata tengah mengusung kuliner khas negeri lewat hidangan utama seperti Nasi Goreng, Sate, Soto dan Gado-Gado.
“ Kelima kudapan tersebut, terutama Rendang, dianggap sebagai pionir utama yang bisa memicu 5340 resep lainnya untuk bisa dikenal di mata dunia,” kata Kepala Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau Mesakkh di Paradigma Kafe, Jakarta, Rabu 9 Mei 2018.
Rendang menjadi kudapan utama karena memiliki produk, proses dan filosofi yang menarik. Nasi Goreng menjadi ikon yang menandakan bahwa Indonesia kaya akan bumbu dan sangat kental dengan kebiasaan makan nasi.
" Dari segi produk, Rendang mengandung protein. Ada proses pembuatannya, marandang. Jadi bisa didaftarkan ke UNESCO. Bahan-bahannya, daging, cabe, kelapa dan bumbu dapur juga punya filosofi," jelasnya.
Sate merupakan kudapan jalanan yang mirip dengan steak dan sangat digemari dengan penyajian bumbu kacangnya. Sedangkan Gado-Gado dianggap mirip dengan salad, sehingga mudah diterima lidah orang asing.
" Tapi, banyak yang alergi kacang. Jadi, tidak terlalu ditonjolkan," imbuhnya.
Vita mengatakan, kekayaan kuliner merupakan salah satu cara untuk mengangkat sebuah tempat maupun negara, disamping meningkatkan fasilitas dan keindahan alam.
" Ada tiga cara membangun sebuah tempat. Aksesnya mudah, amenitas (fasilitas) yang layak dan atraksi. Kuliner termasuk tergolong sebagai atraksi," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya