Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Cocoon House (Foto: Caylong Hackwith Via House Beautiful)
Dream - Rumah dengan rancangan yang tak biasa selalu mencuri perhatian dan memancing rasa penasaran. Seperti rumah milik Nina Edwards Anker, seorang arsitek, yang berlokasi di Hamptons, Amerika Serikat.
Tampak luar rumah ini memang sangat unik. Berbentuk kubah yang agak lonjong seperti kepompong. Tak heran kalau banyak orang menjulukinya sebagai rumah kepompong atau " Cocoon House" .
Nina, sang pemilik, memang terpesona dengan bangunan berkelanjutan dengan bentuk kubah. Ia pun berusaha mengaplikasikannya rumah liburan miliknya.
© Dream
Dijuluki " Cocoon House," rumah Nina memiliki tata letak berkelok. Hal ini bukan hanya membuat struktur lebih menarik, tetapi juga mengoptimalkan penggunaan energi. Rumah ini bersertifikasi LEED dan mematuhi banyak prinsip desain Passive House, barometer paling ketat untuk bangunan ramah lingkungan dan beberlanjutan.
© Dream
Dinding dibuat bundar. Hal ini menurut Nina, bisa menghemat 15-20% untuk bahan bangunan. Di sebelah rumah, ada sebuah kolam untuk tujuan estetika dan fungsional.
" Ini mengumpulkan 50% dari air hujan yang kami gunakan untuk irigasi kebun dan sistem yang menonjol, tetapi itu juga bertindak sebagai kolam pemantul," sang arsitek menjelaskan.
© Dream
Rumah bagi Nina sangat berkaitan dengan kehidupan di dalam dan di luar ruangan. Pintu geser dinding kaca membuat banyak cahaya mataharu masuk ke rumah, sehingga tak perlu banyak penerangan.
Lagipula, Nina dan keluarganya lebih suka menghabiskan waktu di luar ruangan. " Kami memiliki meja terbuk, juga pohon rindang kecil tempat kami makan siang," ungkapnya.
© Dream
Kamar-kamar yang ada diatur dengan baik untuk bekerja di dalam dinding yang berseberangan. Semua kaca difungsikan untuk menyerap sinar matahari, dan penggunaan kayu solid untuk menjaga panas dan memberikan privasi.
Ruang publik, seperti ruang tamu dan ruang duduk, menerima jumlah cahaya yang bervariasi sepanjang hari berdasarkan musim, memberikan koneksi konstan ke alam. Tak ketinggalan di area tidur, pemandangannya langsung ke taman yang sangat asri.
Sumber: House Beautiful
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya